Masyarakat Jabar Diingatkan Jangan Euforia dalam PSBB Transisi

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 11 Juni 2020 20:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 338 2228549 masyarakat-jabar-diingatkan-jangan-euforia-dalam-psbb-transisi-wOzYrvOhJk.jpg Gugus Tugas Covid-19 Jabar. (Foto : Ist)

BOGOR – Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim meminta Pemerintah Kota Bogor tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat meski ada beberapa sedikit kelonggaran di masa PSBB transisi perpanjangan ini.

"Walaupun ada sedikit kelonggaran protokol kesehatan, harus tetap dijalankan. Sesuai arahan Gubernur tetap jauhi kerumunan, seperti pasar, pusat rekreasi dan mal," kata Dedi saat kunjungan ke Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (11/6/2020).

Ia meminta warga Jawa Barat khususnya agar di new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini euforianya jangan sampai berlebihan, apalagi mengesampingkan protokol kesehatan.

Masa Transisi PSBB, KRL Layani Lebih dari 240 Ribu Penumpang Sampai Malam Ini

Mantan Pangdam III/Siliwangi ini menekankan jangan sampai ada kasus covid-19 gelombang dua. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak memutus rantai penyebaran covid-19 dan melakukan penanganan intensif di wilayah yang kasusnya tinggi, seperti Bodebek (Bogor, Depok dan Bekasi).

"Kota Bogor merupakan kota penyangga Ibu Kota, kita harus memaksimalkan penangannya. Bahkan, Kota Bogor bisa jadi barometer penanganan yang maksimal," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kota Bogor sepakat agar di masa PSBB transisi perpanjangan ini protokol kesehatan harus tetap dijalankan, apalagi Kota Bogor merupakan salah kota pandemi Covid-19.

Berdasarkan perkembangannya kata Dedie, awalnya tren kasus Covid-19 membaik di 111 orang positif. Bahkan, satu pekan Idul Fitri angkanya melandai.

"Tapi data terakhir ada 16 orang positif, 10 orang di antaranya berasal dari rumah sakit dan ASN. Ini yang harus segera ditangani," ucap Dedie.

Baca Juga : Istana : Masyarakat di Zona Merah Covid-19 Jangan Longgarkan Disiplin

Dalam kesempatan tersebut, Dedie menerangkan selain sebagai pusat koordinasi Posko Gugus Tugas ini menjadi lokasi bagi warga yang ingin memberikan bantuan, seperti APD, makanan hingga uang tunai.

"Alhamdulillah bantuan terus datang dan kami bantu warga yang membutuhkan, termasuk untuk RW Siaga Corona, lumbung logistik hingga dapur umum," tutur Dedie.

Baca Juga : Perkantoran di DKI Kembali Dibuka, Jumlah Kendaraan Melintas Meningkat 94,5%

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini