Kronologi Penemuan Jasad Ayah-Anak di Tangerang, Berawal dari Suara Ledakan

Isty Maulidya, Okezone · Jum'at 12 Juni 2020 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 338 2228750 kronologi-penemuan-jasad-ayah-anak-di-tangerang-berawal-dari-suara-ledakan-ghHGchf81L.jpg Ilustrasi. Foto: Nypost

TANGERANG - Penemuan tiga mayat yang terdiri dari ayah dan dua anak di Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, menggegerkan warga setempat pada Kamis 11 Juni 2020.

Kapolsek Balaraja AKP Teguh Kuslantoro menjelaskan salah satu tetangga korban mengira ada kebakaran karena mendengar suara ledakan dari tempat kejadian perkara (TKP).

Namun saat ingin memeriksa keadaan yang sebenarnya, pintu rumah terkunci sehingga saksi mendobrak pintu dan mendapati api yang berasal dari tumpukan limbah plastik di dalam rumah.

"Sekitar pukul 01.30 WIB, tetangga korban yang bernama Nanang mendengar suara ledakan dari TKP. Kemudian saksi pertama memanggil tetangganya yang lain dan mendapati rumah hampir terbakar," jelas Teguh saat dikonfirmasi.

Saksi kemudian berusaha memadamkan api dan akhirnya menemukan tiga jasad yang terdiri dari ayah dan dua anak tersebut di ruangan yang berbeda.

Anak pertama yaitu NC (14) ditemukan dalam kondisi leher terikat di kamar depan sebelah kiri. Kemudian, anak kedua yaitu GAR (3) ditemukan di dalam tong air kamar mandi.

Sementara itu ayah dari kedua korban yaitu R tergantung di dalam kamar depan sebelah kanan di atas tumpukan limbah.

Baca Juga: Seorang Ayah di Tangerang Diduga Bunuh Kedua Anaknya Lalu Gantung Diri 

"Ketiganya ditemukan dengan posisi yang berbeda, jasad ditemukan dalam kondisi tergantung di atas tumpukan limbah," lanjut Teguh.

Pelaku diduga membunuh anak pertamanya terlebih dahulu dengan melilitkan tali tambang ke leher N. Kemudian membunuh GA dengan memasukan korban ke tong air, lalu pelaku bunuh diri cara gantung diri dengan menggunakan tali tambang.

Saksi kemudian menghubungi petugas kepolisian setempat untuk dilakukan penyelidikan. Ketiga jenazah saat ini sudah dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan terutama untuk menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Warga langsung menghubungi kami dan langsung kami lakukan proses evakuasi dan membawa jenazah ke RSUD Kabupaten Tangerang. Kaitan kasus ini pun, kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan para saksi," ungkap Teguh.

 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini