Penampakan Kerumunan di Pasar Terbesar Bogor, Pengunjung: Khawatir Enggak Khawatir

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 12 Juni 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 338 2228795 penampakan-kerumunan-di-pasar-terbesar-bogor-pengunjung-khawatir-enggak-khawatir-XZqmGajAAs.jpg Pasar Anyar Bogor ramai saat Pandemi Covid-19. Foto: Putra Ramadhani Astyawan/Okezone

BOGOR - Kawasan Pasar Anyar di Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi ramai dipadati warga. Hampir tak ada penerapan physical distancing di sana.

Pantauan Okezone di lokasi pada Jumat (12/6/2020), kondisi salah satu pasar tradisonal terbesar yang berada di Kota Bogor itu nampak ramai oleh pembeli. Aktivitas jual-beli pun berjalan seperti biasa seolah pandemi virus corona (Covid-19) dianggap tidak ada.

Banyak pedagang tidak menggunakan masker saat melakukan transaksi dengan pembeli, begitu juga sebaliknya. Sesekali mereka berkumpul sesama pedagang seolah tidak peduli imbauan jaga jarak atau physical distancing di tengah pandemi ini.

Tidak sampai di situ, lalu lintas di kawasan pasar tersebut juga cukup padat. Angkutan kota (angkot) yang mencari penumpang dengan cara ngetem di sekitar pasar, dan parkiran motor memakan badan jalan menambah kepadatan.

Pasar Anyar Bogor saat Pandemi Corona. Foto: Putra

"Khawatir enggak khawatir, mau gimana lagi biasa belanja di sini," cetus salah satu pengunjung di lokasi.

Baca Juga: 12 Kasus Baru Positif Covid-19 di Bogor, Tertular dari Cluster Pasar Cileungsi

Kondisi tersebut sangat disayangkan karena belakangan Pemerintah Kota Bogor menyebut pasar bisa menjadi sumber penyebaran covid-19. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan kondisi yang ada.

Sebelumnya Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat terus bertambahnya pasien postif covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu mengatakan sebagian pasien berasal dari cluster pasar tradisional.

Sedikitnya enam orang di antaranya merupakan hasil tracking dari cluster Pasar Cileungsi. "Jadi sampai saat ini positif covid cluster Cileungsi jadi 16 orang," ucapnya Rabu lalu.

 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini