Kasus Pembunuhan Anak di Tangerang, Suami Sering Ancam Bunuh Istrinya

Isty Maulidya, Okezone · Jum'at 12 Juni 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 338 2228985 kasus-pembunuhan-anak-di-tangerang-suami-sering-ancam-bunuh-istrinya-VSGBnpe6Pp.jpg TKP pembunuhan anak di Tangerang (Foto : Okezone.com/Isty)

TANGERANG- Satreskrim Polresta Tangerang hingga saat ini masih menyelidiki penyebab tewasnya satu keluarga di kecamatan Balaraja, kabupaten Tangerang. Dugaan kuat, pelaku adalah ayah korban yaitu R yang bunuh diri setelah membunuh kedua anaknya.

Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam mengungkapkan bahwa R memiliki sifat tempramental dan sempat mengancam akan membunuh istrinya. Bahkan, ancaman pembunuhan tersebut dilontarkan sebanyak 2 kali sehingga menyebabkan istri R kabur dari rumah.

"Sejauh ini keterangan ibu mertua R mengungkapkan bahwa R punya sifat tempramental dan sudah pernah dua kali ancaman pembunuhan ke istri," ujar Ade Ary pada Jumat (12/06/2020).

Ancaman pembunuhan pertama dilontarkan R saat pertengahan bulan Ramadhan atau sekitar bulan Juni lalu. Sementara ancaman kedua dilontarkan saat keduanya terlibat pertengkaran pada Rabu 10 Juni 2020, malam, sebelum R dan kedua anaknya ditemukan tewas. Ancaman tersebut yang akhirnya menyebabkan istri pergi ke rumah orangtuanya yang berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Ancaman pertama dilontarkan pada pertengahan puasa yang menyebabkan istri minggat dari rumah dan terakhir 22.00 WIB sebelum kejadian," lanjut Ade Ary.

Tak hanya mengancam akan membunuh sang istri, R juga mengatakan bahwa istrinya akan menyesal karena tidak akan bertemu dengan kedua anaknya lagi. Perkataan tersebut dilontarkan saat keduanya terlibat pertengkaran pada malam sebelum kejadian.

"Beberapa jam sebelum kejadian jam 22.00 ada cekcok antara R dan istri, saat cekcok itu korban kembali mengancam istri akan melakukan pembunuhan dan mengatakan kamu akan menyesal karena tidak akan bertemu dengan anak-anak lagi," ujar Ade Ary.

Selain itu, polisi juga masih menyelidiki penyebab pertengkaran antara R dan istrinya karena diduga menjadi penyebab R membunuh anaknya kemudian bunuh diri. Berdasarkan keterangan ibu mertua R, istri R sudah tiga kali meninggalkan rumah yang disebabkan adanya ancaman pembunuhan dari R.

"Penyebab sodara R melakukan ini yang pertama adalah sejak pertengahan puasa R sering cekcok mulut dengan istri. Berdasarkan keterangan ibu mertua R, pada pertengahan puasa itu korban R mengancam pembunuhan terhadap istrinya dan akhirnya istri korban meninggalkan rumah ini sehinggga rumah ini hanya bertiga," terangnya.

Baca Juga : 14 Pedagang Positif Corona, Camat Ingin Pasar Rawasari Berlakukan Ganjil-Genap

Hingga saat ini, olah TKP masih dilakukan oleh Satreskrim Polresta Tangerang dan juga Polsek Balaraja. Petugas juga sudah mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Polisi juga mengungkapkan fakta bahwa R memang bunuh diri yang dibuktikan dengan adanya jeratan tali di leher.

"Olah TKP masih berlangsung sampai saat ini. Hasil autopsi R meninggal karena ada jeratan di leher dan tulang patah serta ikatannya menunjukan korban bunuh diri," pungkas Ade Ary.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini