Share

Gadis Tangsel Tewas Usai Diperkosa, Keluarga Berdamai tapi Polisi Lanjutkan Proses Hukum

Hambali, Okezone · Sabtu 13 Juni 2020 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 13 338 2229422 gadis-tangsel-tewas-usai-diperkosa-keluarga-berdamai-tapi-polisi-lanjutkan-proses-hukum-s1OQx5y5pQ.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

TANGERANG SELATAN - Seorang gadis belia berinisial OR (16) menjadi korban pemerkosaan di daerah Pagedangan, Tangerang. Pelaku diduga berjumlah lebih dari 5 orang, satu di antaranya adalah pacarnya sendiri.

Sebelum digilir, OR yang merupakan siswi putus sekolah dicekoki beberapa pil excimer oleh pelaku. Semenjak itulah tubuhnya bereaksi. Rasa mual, sesak nafas, kepala pening, hingga suhu badan tinggi, membuat kesehatannya kian hari makin memprihatinkan.

Sempat menjalani perawatan di rumah sakit guna rehabilitasi, namun karena keterbatasan biaya akhirnya OR kembali dibawa pulang ke kediaman nenek beserta pamannya di Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel).

Ajal pun berkata lain, OR meninggal dunia pada Kamis 11 Juni 2020 sekira pukul 01.45 WIB.

Mulanya, kejahatan seksual itu terpendam begitu saja seiring jenazah OR masuk ke liang lahat. Sebab, pihak keluarga pelaku dan korban sudah bersepakat berdamai tanpa proses hukum.

Namun kematian OR ramai jadi perbincangan masyarakat sekitar. Akhirnya, pihak keluarga dan teman dekat korban buka suara satu pe rsatu kepada wartawan. Polisi pun langsung bergegas melakukan penyelidikan.

Baca Juga: Dicekoki Pil Excimer, Siswi Putus Sekolah Diperkosa hingga Meninggal Dunia

Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan menegaskan, tak ada istilah perdamaian bagi kepolisian dalam kasus ini. Bagi dia, sesuai ketentuan yang ada, maka petugas akan terus mengungkap para pelakunya. "Proses hukumnya terus berjalan," tegas Iman kepada Okezone, Sabtu (13/6/2020).

Guna mengungkap kasus ini, jajaran Polsek Pagedangan mendapat support dari Polres Tangsel. Para pelaku sendiri sebagian telah berhasil diamankan, sementara sebagian lainnya masih dalam pencarian. "Polsek didukung Polres, beberapa pelaku sudah diamankan," jelasnya.

Di tempat terpisah, nenek OR, Rumsiah menuturkan sebelum meninggal cucunya itu diperkosa lebih dari 5 orang remaja di wilayah Cihuni, termasuk juga oleh pacarnya sendiri. Pihak keluarga, memutuskan tak melapor ke polisi lantaran keluarga pacarnya datang ke rumah dan berjanji akan bertanggung jawab.

"Waktu itu datang ke rumah dari keluarga pacarnya, katanya mau tanggung jawab. Jadi kalau udah sembuh, mau dinikahin. Terus tanggung jawab juga mau bantu biaya berobat ke rumah sakit," ungkapnya.

OR sendiri hidup dalam keprihatinan. Selama ini dia tinggal menumpang di kontrakan petak yang ditempati oleh nenek, paman dan bibinya. Ibunya telah lama meninggal dunia. Sedangkan sang ayah telah menikah lagi dan tinggal tak jauh dari kontrakan OR.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini