Hikayat Asal Mula Nama Jakarta

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 22 Juni 2020 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 338 2234137 hikayat-asal-mula-nama-jakarta-oRHeWnYTWz.jpg ilustrasi: okezone

JAKARTA - DKI Jakarta akan merayakan hari jadinya ke-493 pada hari ini, Senin (22/6/2020). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ibu Kota yang hampir setengah abad ini akan berlangsung berbeda lantaran masa pandemi virus corona (Covid-19).

HUT Jakarta yang dirayakan setiap 22 Juni merujuk pada sejarah perebutan Pelabuhan Sunda Kelapa yang dilakukan Fatahillah pada 1527. Fatahilla sendiri merupakan petinggi dari Kerajaan Demak.

Penetapan HUT Jakarta tersebut dilakukan Wali Kota Sudiro pada 1958. Sejarah mencatat Jakarta telah beberapa kali berganti nama hingga penguasa mulai Kerajaan Padjajaran hingga ke tangan penjajah mulai dari Portugis, dan Belanda.

Dalam Prasasti Buku Tulis di Bogor, Kerajaan Padjajaran berdiri pada 1133 dengan wilayah meliputi Tangerang, Jakarta, Bekasi, dan Bogor. Saat itu, Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi pusat transportasi air yang dikuasai Kerajaan Padjajaran.

Portugis tiba ke Tanah Air pada 1522. Kala itu, Padjajaran melakukan perjanjian dagang bersama Portugis dengan memberikan kebebasan untuk berdagang di Pelabuhan Sunda Kelapa dan izin mendirikan benteng pertahanan.

Namun, Kerajaan Demak berhasil merebut Sunda Kelapa pada 1527. Fatahillah kemudian mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.

Kekuasaan Demak di Jayakarta tidak berlangsung lama. Pada akhir abad ke-16, bangsa Belanda mulai menjelajahi dunia dan berhasil menduduki Jayakarta. Negeri Kincir Angin itu pun kembali mengganti nama wilayah taklukkannya menjadi Sta Batavia.

Lalu Kemudian berubah lagi menjadi Gemeente Batavia pada 1905. Kemudian, Jepang menduduki Indonesia pada 1942 dan mengganti Batavia dengan nama Toko Betsu Shi.

Bom nuklir yang menghantam Hirosima dan Nagasaki membuat Jepan menyerah pada sekutu. Lalu, keseluruhan kota diduduki oleh pemerintahan NICA, namanya pun kembali seperti dulu, Stad Gemeente Batavia. Pada 24 Maret 1950, diubah kembali menjadi Kota Praja Jakarta.

Selepas masa penjajahan, Wali Kota Sudiro mengumpulkan sejumlah tokoh, seperti Mohamad Yamin dan Sukanto, serta wartawan senior Sudarjo Tjokrosiswoyo untuk meneliti kapan Jakarta didirikan oleh Fatahillah. Ia ingin Jakarta mempunyai hari jadi.

Selanjutnya, Sukanto menyerahkan naskah berjudul “Dari Jayakarta ke Jakarta”. Naskah itu kemudian diserahkannya ke Dewan Perwakilan Kota Sementara untuk dibahas. Lalu digelarlah sidang dan menetapkan 22 Juni 1527 sebagai berdirinya Kota Jakarta.

Pada 22 Juni 1956, Sudiro mengajukannya dengan resmi dan usulannya diterima dengan suara bulat. Sejak saat itu, setiap 22 Juni diadakan sidang istimewa DPRD Kota Jakarta. Sebagai tradisi memperingati berdirinya Kota Jakarta.

Selanjutnya 18 Januari 1985, Kota Praja Jakarta diubah menjadi Kota Praja Djakarta Raya. Kemudian baru 1961 terbentuklah nama Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Raya hingga sekarang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini