Share

Tangis Anak-Keluarga Pecah saat Jenazah Serda RH Saputra Tiba di TPU Babelan

Wisnu Yusep, Okezone · Senin 22 Juni 2020 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 338 2234513 tangis-anak-keluarga-pecah-saat-jenazah-serda-rh-saputra-tiba-di-tpu-babelan-xf1uPzGIWr.jpg Tangis keluarga pecah saat jenazah Serda RH Saputra di TPU Babelan, Kabupaten Bekasi, Jabar, Senin (22/6/2020) malam. (Foto : Okezone.com/Wisnu Yusep)

BEKASI – Tangis keluarga Sersan Dua (Serda) RH Saputra pecah ketika jenazah tiba di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Senin 22 Juni 2020 malam.

Jenazah Serda RH Saputra tiba di TPU Babelan sekira pukul 19.10 WIB menggunakan mobil jenazah RSAD. Pihak keluarga yang tengah menanti seketika menangis histeris.

Anak korban pun terlihat menangis tiada henti-hentinya. Itu terlihat ketika anak ketiga korban sekitar umur 12 tahun tetiba langsung teriak. Sementara anak laki-laki korban terlihat pingsan ketika peti jenazah Serda RH Saputra dikeluarkan dari mobil jenazah.

Anak tersebut pun langsung dibopong untuk dievakuasi oleh salah satu anggota TNI guna meninggalkan pemakaman. Sementara anak kedua korban pun terlihat tegar. Dia sesekali melambaikan tangan seolah berat menyampaikan perpisahan.

"Papa, papa jangan tinggalin kami," kata anak korban yang diketahui putra dari Serda RH Saputra yang mengembuskan napas terakhir pada Senin (22/6/2020) dini hari.


Baca Juga : Tunggu Kedatangan Jenazah Serda RH Saputra, Warga Padati TPU Babelan

Sebelum prosesi pemakaman, ratusan TNI yang sudah menanti kedatangan jenazah langsung menghampiri jenazah. Selanjutnya, diadakan acara pemakaman dengan hormat senjata.

Warga yang sudah memadati pemakaman terlihat ada yang meneteskan air mata. Mereka diminta petugas agar tidak mendekat. Hingga berita ini diturunkan, petugas dan warga masih memadati prosesi pemakaman Serda RH Saputra di TPU Babelan.


Baca Juga : Pelaku Penusukan Anggota TNI di Hotel Ditangkap

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini