Epidemiolog Imbau CFD Tak Diselenggarakan Selama Pandemi Corona

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 24 Juni 2020 06:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 24 338 2235303 epidemiolog-imbau-cfd-tak-diselenggarakan-selama-pandemi-corona-JAyctp1NxA.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Kepala Departemen Epidemiologi FKM Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono menjelaskan, bahwa setiap kerumunan orang bisa berpotensi terjadi penularan virus corona kepada orang lain.

Ia pun mengamini bahwa penyelenggaraan car free day (CFD), atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang gelar Pemprov DKI Jakarta berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Ya jadi setiap kerumunan orang akan memungkinkan penularan. Jadi kalau ada kerumunan, kemudian ada yang tidak pakai masker, pasti kemungkinan terjadi penularan, karena kita tidak tahu apakah ada kasus di kerumunan itu, apakah ada OTG (orang tanpa gejala) yang mengandung virus Covid-19, jadi memungkinkan penularan," kata Miko saat berbincang dengan Okezone, Rabu (24/6/2020).

 CFD

Mika mengimbau Pemprov DKI mengevaluasi penyelenggaraan HBKB meskipun telah melakukan transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga, CFD tidak diselenggarakan selama pandemi corona.

Ia menambahkan, faktor ekonomi juga tidak akan berdampak signifikan untuk Ibu Kota dalam menyelenggaran CFD. Pasalnya, aktivitas ekonomi juga dilarang saat HBKB di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta.

Warga yang berolahraga juga hanya diperbolehkan membeli makanan dengan cara dibawa pulang.

"Nilai ekonominya buat Jakarta itu kecil, pajaknya enggak masuk ke Jakarta, itu masuk buat masyarakat saja. Jadi saya anjurkan jangan dululah selama Covid-19," terangnya.

Miko memprediksi pandemi Covid-19 masih akan berlangsung hingga 2021. Sehingga, ia mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengevaluasi penyelanggaraan CFD guna mencegah penularan corona.

"Sampai tahun 2021 itu pasti begitu," tandasnya. (wal)

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini