New Normal, Pemkot Bekasi "Pelototi" Rumah Makan Tak Lakukan Protokol Kesehatan

Wisnu Yusep, Okezone · Kamis 25 Juni 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 338 2236202 new-normal-pemkot-bekasi-pelototi-rumah-makan-tak-lakukan-protokol-kesehatan-PrLT5ZpUxo.jpg Foto: Ist

BEKASI - Pada 26 Mei 2020 kemarin, Pemerintah Kota Bekasi telah memperbolehkan seluruh aktivitas di mal, restoran dan tempat ibadah serta tempat hiburan kembali dibuka. Pembukaan itu dilakukan secara bertahap di ditengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi new normal.

Pelonggaran yang dilakukan Kota Bekasi adalah tidak ada lagi pembatasan aktivitas ke luar rumah, restoran, mal, perkantoran dan tempat ibadah. Meski begitu, pelonggaran itu tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti menjaga jarak dan warga wajib menggunakan masker saat beraktivita ke luar rumah.

Dalam mengawasi adanya pelonggaran itu, Pemerintah Kota Bekasi tidak sendiri. Mereka akan mengerahkan tingkat rukun tetangga (RT) rukun warga (RW) agar siaga untuk mengawasi warganya menerapkan protokol pencegahan virus corona atau Covid-19.

"Kami tidak hanya sendiri, kami ada RW siaga Covid-19. Kita berdayakan mereka untuk mengingatkan ke warga, rumah makan lesehan dan rumah makan yang masih kedapatan melanggar," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi Tedi Hafni kepada wartawan, Kamis (25/6/202).

Terlebih Tedi mengakui, dirinya masih mendapatkan sejumlah restoran atau tempat makan yang buka di Kota Bekasi yang melanggar aturan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Misalnya, physical distancing, menggunakan masker, menampung pengunjung setengah dari kapasitas, dan menyediakan hand sanitizer atau cuci tangan.

"Kita selalu mengingatkan pada mereka (untuk terapkan protokol kesehatan). Ini cukup berjalan baik walaupun masih ada pelanggaran," ujar Tedi.

Karenaya, Pemkot Bekasi akan terus gencar mengawasi rumah makan atau restoran di Kota Bekasi yang mulai beroperasi untuk terapkan protokol kesehatan.

Dia mengimbau pelaku usaha restoran atau warung makan memiliki kesadaran untuk terapkan protokol kesehatan tersebut.

“Harus menjadi kesadaran bersama (terapkan protokol kesehatan). Ini tangggung jawab kita bukan pemerintah pusat saja tapi kita dibantu institusi lain, Kelurahan, Kecamatan bahkan RT RW," ujar dia.

Dengan memperdayakan tingkat RT/RW, pihaknya akan lebih cepat mengawasi pergerakan masyarakat. Terutama dalam pencegahan virus corona atau Covid-19.

"Kita juga telah melakukan langkah RW siaga sehingga dilakukan betul-betul dilakukan tingkat RT RW," tutur dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini