Puspom TNI AD Kawal Kasus Tewasnya Serda Saputra

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 25 Juni 2020 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 338 2236376 puspom-tni-ad-kawal-kasus-tewasnya-serda-saputra-blbbAQAJRr.jpg Foto: Dispenad

JAKARTA- Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) menggelar press conference terkait meninggalnya anggota TNI AD Serda R.H. Saputra Babinsa Tambora dari Kodim 0503/Jakarta Barat yang mengalami luka tusuk pada Senin (22/6/2020) dini hari.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus, mengatakan, press conference ini menindaklanjuti apa yang disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat melaksanakan coffee morning dan olahraga bersama wartawan.

“Press conference ini akan menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil TNI AD melalui Puspomad dan jajarannya terkait penusukan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI AL Letda Marinir RW terhadap korban Anggota TNI AD Serda R.H. Saputra Babinsa Tambora dari Kodim 0503/Jakarta Barat,” kata Nefra, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya, Puspom TNI AD telah membenarkan bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain terhadap Serda R.H. Saputra yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI di sebuah hotal.

“Setelah kejadian tersebut Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Rahmat Sapari menerima pemberitahuan dari Dirintelkam Polda Metro Jaya, maka segera memerintahkan anggota Pomdam Jaya melakukan langkah-langkah dengan mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan saksi-saksi sejumlah 9 orang terdiri 4 orang saksi sipil sekuriti hotel dan 5 anggota Yonarhanud - 10 Kodam Jaya BKO Kodim 0503/JB, PAM Covid-19,” jelasnya.

“Serta mengamankan barang bukti berupa 1 butir proyektil peluru jenis pistol, rekaman CCTV, dan beberapa barang bukti terkait dengan pengerusakan,” lanjutnya.

Dari hasil olah TKP, keterangan para saksi, bukti rekaman CCTV dan lain-lain, pelaku diduga oknum anggota TNI AL atas nama Letda Marinir R.W dan kemungkinan masih ada tersangka lain.

“Dengan telah ditemukannya identitas diduga pelaku maka langkah hukum penyelesaian perkaranya adalah untuk oknum anggota TNI AL sudah ditahan di Puspomal dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI, sedangkan yang diduga pelaku sipil di proses sesuai aturan hukum oleh Polres Jakarta Barat,” ujarnya.

Dikatakan Nefra, Puspom TNI AD telah memberikan penekananan bahwa tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain terhadap korban Serda Saputra Babinsa Ramil Pekojan Kodim 0503/JB (yang saat itu sedang bertugas dan berpakaian dinas lengkap), Yakini akan diproses hukum dengan baik, benar, adil dan profesional.

“TNI AD mendorong Puspom TNI TNI dan Puspom TNI-AL untuk menyelesaikan kasus ini dengan sesegera mungkin dan Puspom TNI AD akan mengawal perkara ini sampai tuntas,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini