Lalu Lintas Orang dan Pesawat di Bandara Soetta Mulai Meningkat

Isty Maulidya, Okezone · Jum'at 26 Juni 2020 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 26 338 2236719 lalu-lintas-orang-dan-pesawat-di-bandara-soetta-mulai-meningkat-b4actLbMrz.jpg Bandara Soekarno Hatta mulai dipadati penumpang (foto: ISty/Okezone)

TANGERANG – Pergerakan orang dan penumpang pasca-dibukanya kembali Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Jumat (26/6/020) mulai menunjukkan peningkatan.

Saat ini ada sekitar 280 pergerakan pesawat dalam sehari. Angka ini menunjukkan peningkatan mencapai 2 hingga 3 kali lipat dari pada di masa pembatasan perjalanan orang yang hanya dibawah 100 pergerakan dalam sehari.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menjelaskan, meski demikian jumlah tersebut bila dibandingkan dengan kondisi normal masih jauh lebih rendah. "Pembatasan perjalanan orang berakhir 7 Juni. Jadi setelah 7 juni sampai sekarang ada peningkatan. Data pergerakan bisa sampai 2,5 kali lipat, tapi itu masih sangat jauh dari kondisi normal," kata Awaluddin.

Angka peningkatan tersebut dianggap masih jauh bila dibandingkan dengan kondisi normal yang bisa mencapai 1.200 pergerakan dalam sehari. Jika dibandingkan dengan saat ini yang hanya 200 hingga 300 pergerakan dalam sehari, itu berarti masih ada 75 persen ruang yang belum dipenuhi karena tidak adanya permintaan. Namun, pihaknya tetap akan mengantisipasi adanya peningkatan yang diprediksi mulai terjadi awal Juli mendatang.

"Kita enggak berharap naik cepat, tapi paling tidak ada peningkatan yang mulai Juli sampai Desember bisa naik, ini perlu persiapan kita semua," imbuhnya.

Awaluddin menilai, penyebab masih kurangnya pergerakan penumpang disebabkan oleh adanya syarat yang harus dipenuhi penumpang sebelum melakukan perjalanan. Selain itu saat ini kapasitas di dalam pesawat juga diatur hanya bisa diisi maksimal 50 persen dari kapasitas yang tersedia.

"Pertimbangannya adalah syarat yang banyak dan komponen biaya tambah dan ini membuat demand ada tingkat kesiapan dan kebutuhan yang harus kita perbaiki. Formulasi umum pembatasan penerbangan tadi menimbulkan konsekuensi pembatasan penumpang waktu sibuk dan menurut aturan boleh hanya 50 persen saja," tutur Awaluddin.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini