Share

Polisi: Pedagang Bakso Baru Sekali Meludahi Mangkuk Pembeli

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 27 Juni 2020 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 27 338 2237400 polisi-pedagang-bakso-baru-sekali-meludahi-mangkuk-pembeli-rCdZCVNF7W.jpg Tukang bakso yang meludahi mangkuk pembeli akan menjalani pemeriksaan/Foto: tangkapan layar-iNews

JAKARTA - Pedagang bakso keliling berinisial WS (21), yang sempat viral lantaran meludahi mangkuk baso pelanggannya mengaku baru satu kali melakukan hal tersebut. Pengakuan itu terungkap setelah polisi memeriksa pelaku.

"Kalau pengakuan awal (pelaku) baru sekali," kata Kapolsek Kembangan, Kompol Imam Irawan kepada wartawan, Sabtu, (27/6/2020).

Imam menyatakan belum bisa memastikan apakah pengakuan tersebut benar adanya. Tidak menutup kemungkinan pelaku sudah melakukannya berulang kali.

"Tapi, kami masih dalami juga apakah baru sekali atau malah sudah sering. Kami tidak percaya begitu saja," tuturnya.

Baca juga: Tukang Bakso Akui Ludahi Mangkok, Ini Respons Keluarga Korban

Sebelumnya, Imam menjelaskan polisi tidak melakukan proses hukum WS. Langkah tersebut diambil setelah korban atau pembeli bakso tersebut tidak ada niatan melaporkan.

"Jadi kami sampaikan korban tidak ada niat melapor. Artinya tidak merasa dirugikan dan tidak ada korban," paparnya.

Meski tidak dilakukan proses hukum pihaknya memberikan pembinaan kepada pedagang tersebut agar perbuatannya tidak kembali dilakukan.

Baca juga: Cerita Keluarga Korban Tukang Bakso yang Ludahi Mangkok di Kembangan

"Kami lakukan pembinaan aja, kami kembalikan (pulang) tapi dengan tetap kami pantau supaya tidak mengulangi perbuatan yang sama. Kami kasih tahu kalau perbuatan itu salah, menjijikkan, dan bisa membahayakan orang lain," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, WS diperiksa polisi lantaran terekam CCTV tengah meludahi mangkuk baso yang dipesan pelanggannya. Peristiwa itu terjadi di Komplek Uniliver, Kelurahan Meruya Selatan Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin 22 Juni 2020 sekira pukul 17.52 WIB lalu.

Adapun berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku melakukan perbuatannya sebagai amalan yang didapat dari gurunya di kampung halaman di kawasan Garut, Jawa Barat.

"Amalan tersebut di laksanakan pada saat pertama kali jualan setelah kembali dari kampung. Adapun tujuan pelaku untuk mendapatkan penglaris/laku saat berjualan bakso," kata Imam.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini