Permintaan Hewan Kurban di Bekasi Justru Meningkat saat Pandemi Covid-19

Wisnu Yusep, Okezone · Senin 29 Juni 2020 15:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 338 2238219 permintaan-hewan-kurban-di-bekasi-justru-meningkat-saat-pandemi-covid-19-HclGUNjfh5.jpg Foto: Okezone/Wisnu Yusep

BEKASI - Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah memang masih satu bulan lagi dilaksanakan, sejumlah pedagang hewan kurban sudah memulai menjajakan dagangannya.

Seperti pengamatan Okezone di sejumlah wilayah di Kota Bekasi. Mereka tampak mulai menggelar hewan kurban seperti di Jalan Pengaran Jayakarta, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Lahan kosong kini dipenuhi hewan Sapi dan Kambing. Begitu juga di Jalan Rambutan, Kampung Jaha RT07/11, Jatimekar, Jatiasih. Disitu banyak hewan kurban yang siap untuk dijual pada Lebaran Haji 1441 Hijriah tahun ini.

Meski saat ini seluruh wilayah dalam kondisi pademi corona, ratusan sapi di Kampung Jaha siap disajikan untuk dijual. Tadinya sejumlah pedagang sempat pesimis dengan kondisi saat ini.

Namun demikian, mereka justru kebanjiran pesanan meski Lebaran Haji masih satu bulan lagi. Seperti yang dirasakan Sayadi Ogay selaku pedagang hewan kurban di Kampung Jaha.

"Tadinya saya pesimis bakal ramai. Tapi demikian, pademi corona saat ini ternyata permintaan malah meningkat," kata Ogay ketika ditemui Okezone di lapaknya di Kampung Jaha, Jatiasih, Kota Bekasi, Senin (29/6/2020).

Ada tiga alasan mengapa permintaan hewan kurban meningkat. Yang pertama, kata dia, orang berkurban karena ketaatan sebagai, kedua berkurban karena pandemi corona untuk berbagi dan yang ketiga karenan ibadah haji yang ditunda itu banyak orang yang biasanya berkurban di Tanah Suci, saat ini bisa kurban d tanah air.

"Itulah dari segi yang menjadi dasar peningkatan pembelian kurban pada tahun ini," kata Ogay.

Saat ini saja, lanjut Ogay sudah ada sekitar 300 ekor pesanan hewan kurban jenis sapi. Pesanan hewan kurban itu dari berbagai daerah. "Sementara pelanggan saya ini ada di Jabodetabek dan Indramayu, Sukabumi, Cirebon, Cianjur dan Karawang," jelasnya.

Mereka yang memesan rata-rata 5-10 ekor sapi. Dia memperkirakan permintaan terhadap hewan kurban akan kembali meningkat pada awal Juli 2020.

"Sebenarnya sudah meninggat kemarin diawal Juni. Dan nanti akan lebih meningkat Insya Allah pada permualaan awal Juli, biasanya konsumen berdatangan untuk memilih," beber dia.

Harga jual sapi di tempatnya dijual dari harga yang terendah yakni Rp16 juta sampai Rp100 juta. Itu semua tergantung dari harga bobot sapi.

Sementara, pedagang lainnya Atta mengaku permintaan hewan kurban saat ini justru meningkat dibanding pada tahun sebelumnya.

"Sekarang justru aneh, pademi gini di tempat saya meningkat, dulu hanya menyedikan ratusan ekor, saat ini sudah hampir 1.000," ungkapnya kepada Okezone.

Mulanya memang dirinya pesimis, karena pademi virus corona. Tetapi pada pertengahan Juni kemarin dirinya sudah menjual sekitar 450 ekor sapi. Itu. Semua merupakan pesanan.

"Tadinya kita nyuruh stop kiriman, karena takut juga, tapi ini malah banyak yang pesan," ungkapnya.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini