Epidemiolog UI Sebut Jakarta Belum Waktunya New Normal

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 30 Juni 2020 09:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 338 2238619 epidemiolog-ui-sebut-jakarta-belum-waktunya-new-normal-JjbFn7d3Fi.jpg Ilustrasi. (Dok Okezone/Heru Haryono)

JAKARTA – Masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase I di Jakarta akan berakhir pada Kamis 2 Juli 2020.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, setelah masa transisi fase I berakhir, Jakarta belum bisa memasuki fase normal baru (new normal). Alasan dia, kata dia, kasus baru yang bertambah tiap harinya masih banyak.

"Jadi DKI pertambahan kasus barunya itu sekitar 100 sehari. Ini menunjukkan kasusnya masih banyak. Harusnya tidak new normal," kata Miko kepada Okezone, Selasa (30/6/2020).

Miko menjelaskan, saat ini Jakarta masih mencatat penambahan kasus penyebaran corona sekira 100 kasus per harinya. Bahkan, lanjut dia, ada 800 kasus yang terus bertambah setiap pekannya selama transisi PSBB.

"Per minggunya kasus maksimal di DKI itu 800 pada waktu pemeriksaan 10.000 spesimen di Indonesia, sekarang sudah 20.000, kemudian sekarang tetap saja kasus seminggunya," ujarnya.

Menurut dia, angka penularan corona di Ibu Kota masih banyak. Selain itu, angka positivity rate atau rasio kasus baru masih berkisar 5%.


Baca Juga : Apa Kabar PSBB Transisi DKI Jakarta?

"Dulu memang tinggi sekali, 9 persen, 7 persen, kemudian turun memang sekarang turun, tapi masih di atas 5 persen, ada 5,4 persen, ada pernah turun 4,8 persen. Jadi menurut saya positivity rate-nya masih sekitar 5 persen. Itu masih tinggi," ujarnya.

Baca Juga : New Normal, Pemerintah Minta Warga Saling Ingatkan dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini