Pemkot Jakbar Jawab Isu Miring soal PNS Tewas Gantung Diri karena TKD Dipotong

Sindonews, Sindonews · Selasa 30 Juni 2020 15:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 338 2238865 pemkot-jakbar-jawab-isu-miring-soal-pns-tewas-gantung-diri-karena-tkd-dipotong-jA5z2EFHeu.jpg ilustrasi: shutterstock

JAKARTA – Suhartono, seorang pegawai negeri sipil (PNS) ditemukan tewas akibat gantung diri di parkiran kawasan Kantor Wali Kota Jakarta Barat, pada Sabtu (27/6/).

Suhartono ditemukan tewas gantung diri di gudang arsip dan barang lantai 2B parkiran mobil kantor Wali Kota Jakarta Barat. Beragam isu miring bertebaran mengapa pria 36 tahun ini nekat mengakhiri hidupnya.

(Baca juga: Seorang PNS Tewas Gantung Diri di Kantor Wali Kota Jakarta Barat)

Kepala Bagian Umum dan Protokol Jakarta Barat, Raden Subandi membantah penyebab Suhartono melakukan bunuh diri karena stres Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dipotong.

"Yang jelas penyebabnya bukan karena TKD dipotong,"ujar Subandi di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, seperti dikutip Sindonews, Selasa (30/6/2020).

Setelah dilakukan investigasi, pihaknya menduga Suhartono nekat gantung diri karena masalah keluarga. Namun dia enggan menjelaskan lebih lanjut secara detail.

Oleh karena itu dia menegaskan, korban tewas bukan masalah keuangan apalagi, dia menjabat sebagai kepala gudang, sehingga memiliki penghasilan besar. Sementara itu, istrinya juga seorang aparatur negara. "Ada yang bisa saya sebut atau tidak. Tapi yang pasti masalah keluarga," sambungnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, mobil minibus putih milik korban juga masih terparkir di parkiran Wali Kota, tepat di depan lokasi kejadian. "Iya mobilnya masih di parkiran, kuncinya ada di Polsek jadi barang bukti," pungkasnya.

(fmi)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini