Bawaslu Sebut Perkara "Broadcast Airin" di Pilkada Tangsel Ditangani Gakkumdu

Hambali, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 23:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 338 2239162 bawaslu-sebut-perkara-broadcast-airin-di-pilkada-tangsel-ditangani-gakkumdu-soUek3akGt.jpg Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar (tengah) (Foto: Okezone/Hambali)

TANGSEL - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengungkap, bahwa perkara "Broadcast Airin" soal pelibatan pegawai ASN dan non-ASN menjelang Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini ditangani sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Masih pembahasan, maksudnya ini masih dalam kajian. Jadi, saya yakin nanti pasti sentra Gakkumdu setelah menemukan, kan harus ada kriteria terbukti atau tidak terbukti. Kemudian, kalau itu terbukti, yang dilanggar apanya? apakah undang-undang pemilihan atau undang-undang yang lain," terang anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar, yang juga menjadi Koordinator Divisi Hukum, kepada Okezone, Selasa (30/6/2020).

Perkara "Broadcast Airin" muncul ke permukaan setelah Sekretaris Lurah (Sekel) Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, bernama Sidik, meneruskan postingan pesan berisi arahan agar seluruh pegawai ASN dan non-ASN mengumpulkan data KTP dan nomor telepon. Dalam pesan itu tertera pula keterangan dengan istilah tertentu, "(ket. ya.abu2.tdk)".

Parahnya lagi, secara terang-terangan pesan itu berisi pula poin pengarahan lainnya yakni tentang pengkondisian untuk membantu mencari koordinator tingkat TPS, menghimpun data Ketua RT dan RW, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Baca Juga: Bawaslu Telusuri Bocornya Broadcast Airin Galang Bantuan ASN Jelang Pilkada Tangsel 

Pesan itu lalu diteruskan oleh Sidik ke whatsapp grup internal Kelurahan Jurang Mangu Timur. Sontak, screenshoot pesan tersebar ke berbagai lapisan masyarakat. Protes pun bermunculan, lantaran Wali Kota Airin Rachmi Diany dianggap menggalang dukungan ASN dan non-ASN pada pasangan yang didukungnya.

"Jadi sekarang saya merasa bahwa kami belum bisa menyatakan sudah terbukti atau tidak (pelanggaran), karena masih dalam pembahasan," jelas Fritz.

Bawaslu Kota Tangsel telah meminta keterangan dari Sekel Jurang Mangu Timur, Lurah Jurang Mangu Timur, para staf kelurahan, hingga Camat Pondok Aren. Dari pemeriksaan terungkap bukti percakapan, bahwa broadcast pesan yang diteruskan Sekel Jurang Mangu Timur itu rupanya berasal dari Camat Pondok Aren, Makum Sagita.

Berikut isi broadcast yang diteruskan oleh Sekel Sidik ke whatsapp grup internal :

"Yth,

Seluruh lurah/sekel

hasil rapat td camat, ibu wali, pak wakil dan OPD terkait bahwa lurah/sekel segera melaporkan :

a. data pegawai mulai dari lurah sekel kasie dan staf lengkap dengan ktp & no HP (ket. ya.abu2.tdk).

2. data RT & RW lengkap dgn ktp dan no HP (ket.ya.abu2.tidak)

3. data tokoh (ada Tomas, Toga, Topeng), dll lengkap dgn ktp dan nomor HP (ket.ya.abu2.tidah)

4. Bantu mencari kort tps, hari Jumat, 19 Juni 2020. Dikumpulkan lewatdf.

DUM. terimakasih atas kerjasamanya,".

Saat dikonfirmasi mengenai adanya arahan kepada ASN dan non-ASN di Tangsel dalam Pilkada, Airin seketika geram. Dia meminta agar langsung mencari tahu dari penyebar pesan berantai itu. Sayangnya, belum ada penjelasan detail secara utuh dari Pemkot Tangsel soal perkara ini.

"Siapa yang bilang, tanya aja sama yang bocorinnya," ucap Airin beberapa waktu lalu.

Pada Pilkada Tangsel, Airin yang juga selaku Ketua DPD Golkar Kota Tangsel mengalirkan dukungannya kepada Benyamin Davnie - Pilar Saga Ikhsan. Benyamin kini masih aktif menjabat Wakil Wali Kota, sedang Pilar Saga merupakan putra dari Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah.

(Ari)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini