Polda Metro Jaya Gerebek Pabrik Narkoba Liquid di Bali

I Gusti Bagus Alit Sidi, iNews · Rabu 01 Juli 2020 04:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 338 2239185 polda-metro-jaya-gerebek-pabrik-narkoba-liquid-di-bali-a2ggdpOfsD.jpg Polda Metro Jaya gerebek pabrik narkoba liquid di Bali (Foto: iNews)

JAKARTA - Subdit I Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus home industri liquid vape dan tembakau gorila yang mengandung narkoba, dengan jaringan antar provinsi Jakarta-Bali. Dari kasus tersebut, sebanyak tujuh orang ditangkap. Lima di antaranya diamankan di sejumlah lokasi di kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, dari lima lokasi tempat pembuatan home industri liquid vape dan tembakau gorila jaringan Jakarta-Bali, rata-rata pelaku memproduksi sekaligus meracik barang haram tersebut di rumahnya yang berada di pemukiman padat penduduk. Pasca penggerebekan, salah satu rumah yang beralamat Perum Kompleks Burung, Jalan Kutilang Nomor 31, Kelurahan Tuban, Kuta, Badung, Bali terpantau lengang.

Tetangga yang rumahnya berdekatan dengan rumah pelaku justru tak mengetahui adanya penggerebekan tersebut. Selama ini para tetangga juga tak pernah curiga bila ada warganya yang memproduksi barang haram narkoba.

“Ketemu pas ronda. Jarang ya paling ketemu nyapa. Gak tahu (ada pembuatan narkoba),” tetangga pelaku, Tamziz.

Penelusuran berlanjut ke salah satu jasa pengiriman paket yang berada di Jalan Tukad Balian No. 7 Denpasar, Bali yang menjadi lokasi penangkapan tersangka AA. Sementara, di pemukiman padat penduduk yang beralamat di Jalan Danau Beratan Gang XI 1 Nomor 8, Kelurahan Sanur Kaja, Denpasar Selatan, petugas berhasil mengamankan tersangka IK.

Selain itu, petugas dari Subdit I Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya juga mengamankan pelaku di dua lokasi lainnya yaitu Perumahan Palem Regency, Kuta Selatan, Badung, dan di rumah yang beralamat di Jalan Setiabudi, Gang Buntu No. 73 a, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar.

Dari lima lokasi di Bali, petugas menyita sejumlah barang bukti seperti tembakau sintetis atau gorila sebanyak 24 kilogram, liquid vape 7 liter, dan serbuk canabinoid atau bibit tembakau sintetis sebanyak 500 gram. Dari keterangan tersangka Nika, hasil produksi diedarkan oleh tersangka IK dan tersangka AA.

Sedangkan dalam memproduksi tembakau sintetis, bahan berupa bibit tembakau dari tersangka K yang saat ini mendekam di Lapas Kerobokan, Bali didapat dari China. Pelaku mengaku produksi barang haram tersebut sejak Januari 2020 dan diedarkan secara online.

(Ari)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini