Penutupan Zonasi di Pasar Tanah Abang Disebut sebagai Bius Lokal

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 01 Juli 2020 14:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 338 2239476 penutupan-zonasi-di-pasar-tanah-abang-disebut-sebagai-bius-lokal-X7AVsJdmuN.jpg Pasar Tanah Abang Blok A. (Foto : Dok Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA – Dirut Perumda Pasar Jaya Arief Nasruddin menerangkan penutupan berbasis zonasi di Pasar Tanah Abang diumpamakan sebagai bius lokal dalam pencegahan virus corona (Covid-19) di lokasi.

Penutupan itu dilakukan lantaran adanya pedagang yang terpapar virus corona. Pedagang itu diketahui positif corona usai Perumda Pasar Jaya menggelar swab test massal di Pasar Tanah Abang.

"Ditemukannya kasus Covid-19 di Tanah Abang akan dilakukan penutupan secara zonasi atau mungkin istilah ini bius lokal. Hanya di lokalisasi di kios pedagang yang terpapar Covid. Itu yang secara konsisten kita lakukan untuk menyetop penyebaran Covid-19 di dalam pasar," kata Arief dalam keterangannya, Rabu (1/7/2020).

Ia mengaskan, pengelola Pasar Tanah Abang akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di zona-zona yang masih dibuka. Arief juga meminta pengunjung dan pedagang saling mengingatkan dalam menaati protokol kesehatan tersebut.

"Saya meminta digerakkan semuanya seluruh masyarakat yang sayang dengan pasar tradisional untuk terlibat dan membantu bersama memastikan protap Covid yang sudah disiapkan di pasar dijalankan. Penguatan lainnya sarana dan prasarana akan ditambah termasuk face shield akan ditambah sesuai arahan Pak Gubernur," tuturnya.


Baca Juga : Belasan Pekerja Pabrik di Bekasi Positif Virus Corona

Ia menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan swab test massal kepada para pedagang pasar. Saat ini pihaknya yelah menggelar tes massal di 70 pasar Ibu Kota untuk mendeteksi penyebaran corona.

"Sekarang ada 146 pasar yang aktif. Sudah ada 70 pasar, terus akan dilakukan angka statistik terpapar Covid dari angka 6.600 yang diswab 2% itu positif. Negatifnya banyak alhamdulillah. Semoga tidak mengalami kenaikan dramatis di pasar," tuturnya.


Baca Juga : Update 1 Juli: RS Darurat Covid-19 Pulau Galang Rawat 82 Pasien

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini