Apa Alasan Anies Perpanjang PSBB Transisi Jakarta?

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 01 Juli 2020 17:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 338 2239627 apa-alasan-anies-perpanjang-psbb-transisi-jakarta-zT19M0rpu9.jpg ilustrasi: okezone

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa active case finding atau pencarian kasus Covid-19 sangat tinggi di Jakarta. Pemprov DKI, kata dia, menerjunkan tim Dinkes yang mendatangi orang-orang yang punya probabilitas tertular.

"Karena itu kita katakan wabahnya masih ada. Memang, positivity ratenya berkisar angka 5 persen standar WHO itu aman. Tapi bukan berarti kita sudah bebas. Angka reproduction di Jakarta masih berkisar 1, belum turun sampai angka yang lebih aman," ujar Anies dalam konfrensi persnya, Rabu (1/6/2020).

Anies menegaskan, pihaknya akan terus bertanggungjawab dalam memastikan keselamatan warga. Sehingga, PSBB transisi fase I dilanjutkan agar tak ada lagi lonjakan kasus.

"Kita tidak ingin di Jakarta melakukan pelonggaran dari 50 persen menjadi 100 persen kapasitas lalu terjadi lompatan kasus. Berisiko. Tetap kerjakan 50 persen mudah-mudahan kita bisa mengendalikan kita lihat dua pekan lagi ke depan," terangnya.

Mantan Mendikbud itu mendorong agar active case finding lebih gencar lagi dilakukan di Jakarta. Menurut dia, langkah ini dilakukan agar bisa memutus mata rantai penyebaran corona, terutama kepada Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Kita berkeinginan mengendalikan wabah. Kalau mau mengurangi garis, ngurasin testing, nanti garisnya turun, tapi wabahnya tidak turun. Tujuan kita bukan turunkan garis tapi menurunkan wabah. Lebih baik tingkatkan aktivitas testingnya, menjangkau pribadi tanpa gejala tapi positif lalu diisolasi daripada kita membiarkan mengurangi testing," tegas dia.

Anies berharap, warga Jakarta bisa memahami bahwa kebijakan Pemprov DKI untuk melindungi dan menjamin keselamatan warganya dalam pandemi Covid-19.

"Kami ingin warga Jakarta punya keyakinan bahwa pemerintah melakukan semua langkah untuk melindungi dan menjamin keselamatan warganya. Pemerintah mengambil sikap bertanggungjawab untuk memastikan keselamatan nomor satu. Itu artinya jika tidak ada kepentingan, jangan pergi dari rumah, tetap berada di rumah," tandasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini