Gubernur Anies Ajak Warga Jakarta Bawa Kantong Ramah Lingkungan dari Rumah

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 01 Juli 2020 18:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 338 2239667 gubernur-anies-ajak-warga-jakarta-bawa-kantong-ramah-lingkungan-dari-rumah-o3l5x5yUar.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (foto: istimewa)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, terdapat denda hingga Rp25 juta bagi pertokoan, hingga pasar rakyat yang kedapatan masih menggunakan kantong kresek dalam aktivitas berdagang.

"Ada denda, peringatan tertulis ada denda yang bisa bernilai sampai dengan Rp25 juta apabila pusat pertokoan, swalayan atau pasar rakyat tidak menyiapkan kantong ramah lingkungan," kata Anies dalam konfrensi pers, Rabu (1/6/2020).

 Baca juga: Larang Penggunaan Plastik, Anies: Kita Pastikan Jakarta Semakin Bersahabat untuk Lingkungan 

Meski demikian, Anies pun mendorong agar warga bisa membawa kantong yang ramah lingkungan dari rumah sebelum berbelanja.

"Justru itu yang dianjurkan. Jadi semangatnya bukan semangat untuk mendorong toko menjual kantong ramah lingkungan. Semangatnya adalah mengurangi adanya sisa, supaya mengurangi sisa kalau belanja bawa kantong sendiri dan bila tidak memabwa kantong sendiri maka bisa membeli," ujarnya.

 Baca juga: Pelanggar Kantong Plastik Bakal Didenda Rp25 Juta hingga Pencabutan Izin Operasional

Ia menegaskan, pertokoan, hingga pasar tradisional wajib menyiapkan kantong ramah lingkungan saat menjajakan barang dagangannya.

Mantan Mendikbud itu membenarkan bahwa masih banyak pedagang di pasar tradisional yang masih menggunakan kresek. Sehingga, lanjut dia, aturan tersebut akan menerapkan aturan itu secara bertahap.

"Pengawasan terus dilakukan. Jadi kalau begini perlu waktu sebenarnya yang kita lakukan kan bukan mencari pelanggaran saja, yang kita lakukan kalau ada pelanggaran diubah perilakunya, tujuannya merubah perilaku. Karena tujuannya bukan menambah pendapatan DKI menemukan pelanggaran. Tapi tujuannya mengubah semua kegiatan menjadi kegiatan yang ramah lingkungan," pungkasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini