Pemkot Bekasi Pilih Opsi Perpanjang PSBB Proposional 1 Bulan Bukan 14 Hari

Wisnu Yusep, Okezone · Kamis 02 Juli 2020 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 338 2239793 pemkot-bekasi-pilih-opsi-perpanjang-psbb-proposional-1-bulan-bukan-14-hari-3zxqtz2iLK.jpg Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Foto: Okezone/Wisnu Yusep)

BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat mengisyaratkan mengambil opsi memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proposional hingga sebulan. Namun sebelum itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku akan terlebih dulu menjalin komunikasi dengan kepala dinas wilayah Bogor, Depok dan Bekasi Kota dan Kabupaten Bekasi (Bodebek).

"Ini baru mau komunikasi sama mereka. Saya maunya satu bulan perpanjangannya," ucap pria yang disapa Pepen itu saat dihubungi, Rabu (1/7/2020).

Perpanjangan adaptasi tatanan baru masyarakat produktif melawan Covid-19 ini berbeda dengan opsi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang berencana akan memperpanjang PSBB Porposional Bodebek di perpanjang sampai 14 hari ke depan.

Hal tersebut mengacu kepada wilayah Bodebek masih berada pada zona Kuning penyebaran Covid-19. Politikus Golkar tersebut berencana akan melakukan perpanjangan hingga satu bulan ke depan.

"Rencananya sampai tanggal 2 bulan Agustus. Jangan dikit-dikit di perpanjang dikit di perpanjang," kata Pepen.

ilustrasi foto: ist 

Terlebih, pihaknya telah melayangkan surat perpanjangan ke Gubernur Jawa Barat. "Tadi sudah di tanda tangani tinggal ini di PDF kemudian di kirimkan ke gubernur," jelasnya.

Perpanjangan ini juga, salah satunya sudah tidak ada lagi pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sejak sebulan terakhir. Penyebaran virus tersebut dianggap sudah terkendali.

"Angka kematian Covid-19 sudah aman, ini harus dipertahankan," kata Pepen.

Dilansir dari laman corona.bekasikota.go.id jumlah pasien positif corona yang meninggal dunia di Kota Bekasi berjumlah 34 orang. Sejak Maret hingga saat ini virus itu telah menjangkiti 390 penduduk Kota Bekasi di mana 341 orang dinyatakan sembuh dan 15 orang masih dirawat.

"Tidak ada lagi peningkatan angka kematian secara resmi diumumkan oleh Labkesda Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Lab RSUD dokter Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi," ucap Pepen.

Meski begitu, Pemkot Bekasi tetap melanjutkan pemeriksaan massal secara acak menggunakan rapid test maupun swab PCR untuk deteksi dini penyebaran virus corona. "Kota Bekasi yang sekarang berstatus kuning akan berubah menjadi kota hijau dalam waktu dekat," katanya.

Perubahan status zona Covid-19 di wilayahnya bukan sebatas menebar harapan melainkan berdasarkan fakta di lapangan. "Ini harus terus kita pertahankan dengan tetap disiplin patuhi protokol kesehatan dan jangan kasih kendur," kata dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini