19 Buruh Pabrik Positif Corona, Gugus Tugas Pastikan Produk Unilever Tak Terkontaminasi

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 02 Juli 2020 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 338 2240166 19-buruh-pabrik-covid-19-gugus-tugas-pastikan-produk-unilever-tak-terkontaminasi-3RPeqwUy0R.jpg foto: ilustrasi Reuters

BEKASI — Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi menemukan , 19 orang buruh pabrik perusahaan Unilever Indonesia di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dinyatakan positif virus corona (Covid-19).

(Baca juga: 19 Orang Buruh Pabrik Unilever di Bekasi Positif Corona)

Sebagai langkah proaktif pencegahan dan memastikan keselamatan karyawannya, PT Unilever Indonesia Tbk langsung menghentikan sementara operasional di Gedung TBB menyusul diterimanya laporan beberapa karyawan di bagian engineering di gedung tersebut terkonfirmasi Covid-19.

Gedung TBB merupakan satu bagian dari kompleks pabrik PT Unilever Indonesia Tbk di Cikarang, di dalam kompleks tersebut terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing, dan tidak dapat melintas zona kerja dan area produksi untuk alasan apapun.

Langkah yang diterapkan PT Unilever Indonesia di gedung TBB pabrik Cikarang adalah protokol keamanan untuk seluruh fasilitas operasional Unilever di seluruh Indonesia, diantaranya: Pemberlakukan larangan perjalanan, pengaturan kerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di kantor (office-based), tim dokter perusahaan yang siaga membantu karyawan di daerah masing- masing, serta pemantauan kesehatan yang dilakukan setiap hari dengan standar pengawasan dan prosedur tindak lanjut yang ketat.

PT Unilever Indonesia juga mengirimkan laporan resmi mengenai hal tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Serta melakukan contact tracing dan mewajibkan PCR test bagi keseluruhan karyawan gedung TBB sebanyak 265 orang.

“Tim Gugus Tugas dan pengelolah Kawasan Industri Jababeka telah melakukan kunjungan ke lokasi dan berkoordinasi langsung dengan manajemen setempat. Kami mengapresiasi langkah Unilever Indonesia yang telah melapor kepada Gugus Tugas, sehingga kita dapat dengan sigap melakukan pengecekan,”kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, dalam keterangannya yang diterima Okezone, Kamis (2/7/2020).

Menurut Alamsyah, keterbukaan dan kecepatan penanganan menjadi faktor yang penting dalam usaha bersama untuk memitigasi dan mengambil langkah-langkah ke depannya sehingga penyebaran dapat diputus.

“Berdasarkan tinjauan kami, Unilever memiliki beberapa pabrik di kompleks Cikarang, setiap gedungnya memiliki protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Sehingga hanya satu area saja yang perlu untuk ditutup untuk sementara. Kami menghargai bahwa perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan, bersikap proaktif , terbuka dan terus berkoordinasi dengan kami,”ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama berbagai pihak menjadi kunci untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Saat ini Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi dan PT Unilever Indonesia sedang bekerjasama untuk melakukan tindakan mitigasi pada salah satu fasilitas produksi Unilever di Cikarang.

Alamyah mengimbau, agar masyarakat untuk tidak panik. Tindakan yang dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di lingkungan sekitar sudah dilakukan dengan sangat ketat dan sesuai protokol kesehatan.

“Tidak perlu khwatir mengenai kontaminasi produk, karena sejauh ini belum ada bukti transmisi penyakit melalui barang konsumen dan/atau produk sehari-hari, baik selama wabah ini atau wabah yang serupa sebelumnya (misalnya SARS), untuk itu kemungkinan adanya hal ini sangat kecil untuk terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Sancoyo Antarikso, Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk menambahkan, bahwa kesehatan dan keselamatan karyawan adalah prioritas utama,

“Operasional segera kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut, untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Sejak awal, PT Unilverer Indonesia selalu berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan pemerintah dan otoritas terkait.

“Kami percaya bahwa kemitraan yang kuat dengan otoritas terkait dan transparansi merupakan kunci dalam upaya kami menjaga situasi agar tetap terkendali,”ujarnya.

Dia melanjutkan, Unilever secara Global memiliki protokol yang tegas dalam menangani kasus Covid-19, dan kebijakan ini diterapkan pada seluruh kantor dan pabrik Unilever di 180 negara, termasuk di Indonesia.

“Sejak awal pandemi, kami telah melakukan zonasi pada kompleks pabriknya. Kompleks pabrik Unilever Cikarang terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing, dan tidak dapat melintas zona kerja dan area produksi untuk alasan apapun,” urainya.

Sancoyo memastikan, bahwa semua standar keselamatan dan kesehatan kerja di pabrik Unilever terpenuhi sebelum kembali pada operasional normal.

“Kami memahami bahwa produk kami merupakan bagian penting dalam keseharian konsumen oleh karena itu perlu disampaikan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi pasokan kepada konsumen. Stok yang ada di gudang kami maupun di gudang distributor dan pelanggan masih mencukupi,”pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini