Pemprov DKI Jakarta Batasi Pengunjung Pasar, Pedagang: Harusnya Diberi Pelindung Plastik

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 03 Juli 2020 05:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 338 2240398 pemprov-dki-jakarta-batasi-pengunjung-pasar-pedagang-harusnya-diberi-pelindung-plastik-tRP4iuv3XP.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Ketua Bidang Infokom DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan mengatakan, penghapusan sistem ganjil-genap di pasar lantaran aturan tersebut memang tidak efektif dalam mencegah penyebaran corona (Covid-19).

Reynaldi pun tak sependapat dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membatasi pengunjung pasar tidak lebih dari 50% dari kapasitas daya tampung pasar.

"Cara lebih efektif bisa cara normal saja. Jadi di batasi dengan plastik antarpedagang dengan pelindung. Itu harus diperkatat kan sudah jelas bagaimana baik dan benarnya," kata Reynaldi kepada Okezone, Jumat (3/7/2020).

 Pasar

Menurut dia, implementasi pembatasan pengunjung pasar 50% dari daya tampung akan sulit diterapkan. Ia mengatakan bahwa Pemprov DKI menerjunkan Satpol PP dan petugas keamanan lainnya tidak akan efektif dalam membatasi pengunjung.

"Justru adanya mereka membuat kekhawatiran," jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa kehadiran petugas keamanan hanya akan membuat kekhawatiran pedangan dan pengunjung. Seharusnya, lanjut dia, DKI hanya perlu menerapkan protokol kesehatan secara ketat di pasar.

"Jadi sesuai dengan protokol kesehatan Internasional," lanjutnya.

 

"Sebenarnya pengunjung membeli barang dagangan tidak di satu kios dan mengunjungi pedagang lain. Untuk membatasi pengunjung agak sulit palagi ada satpol PP dan keamanan lainnya," tuturnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini