Buruh Pabrik Unilever Positif Covid-19 Bertambah Menjadi 36

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 03 Juli 2020 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 338 2240624 buruh-pabrik-unilever-positif-covid-19-bertambah-menjadi-36-M2k683KtbL.jpg Kondisi terkini pabrik Unilever Indonesia di Cikarang, Bekasi ditutup semenrara (foto: Wisnu/Okezone)

BEKASI – Karyawan pabrik PT Unilever Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah mencapai 36. Sebelumnya pada Kamis, (2/7/2020) berjumlah 22 orang.

"Sekarang ada sekitar 36 yang terkonfirmasi, sebelumnya 22 orang," kata juru bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah ketika dikonfirmasi, Jumat (3/7/2020).

Saat ini, 36 buruh yang terkonfirmasi positif corona tengah menjalani isolasi di wisma karantina orang dalam pengawasan (ODP) Cikarang, Jawa Barat dan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bekasi. "Mereka (36 buruh positif covid-19) tengah menjalani isolasi di Wisma Karantina ODP dan RS," kata Alamsyah.

Namun,  di rumah sakit mana para buruh tersebut menjalani perawatan, Alamsyah menolak menyebut menyebut dengan rinci.

Sementara, terhadap perusahaan itu sendiri, lanjut Alamsyah, sudah dillakukan langkah-langkah penutupan sejak Senin 1 Juli 2020. "Sudah sejak Senin kemarin, karena memang untuk keamanan baik itu lingkungan maupun karyawan," jelas dia.

Sebagai langkah proaktif pencegahan dan memastikan keselamatan karyawannya, PT Unilever Indonesia Tbk langsung menghentikan sementara operasional di Gedung TBB menyusul diterimanya laporan beberapa karyawan di bagian engineering di gedung tersebut terkonfirmasi Covid-19.

Gedung TBB merupakan satu bagian dari kompleks pabrik PT Unilever Indonesia Tbk di Cikarang, di dalam kompleks tersebut terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing, dan tidak dapat melintas zona kerja dan area produksi untuk alasan apapun.

Langkah yang diterapkan PT Unilever Indonesia di gedung TBB pabrik Cikarang adalah protokol keamanan untuk seluruh fasilitas operasional Unilever di seluruh Indonesia, diantaranya: Pemberlakukan larangan perjalanan, pengaturan kerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di kantor (office-based), tim dokter perusahaan yang siaga membantu karyawan di daerah masing- masing, serta pemantauan kesehatan yang dilakukan setiap hari dengan standar pengawasan dan prosedur tindak lanjut yang ketat.

PT Unilever Indonesia juga mengirimkan laporan resmi mengenai hal tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Serta melakukan contact tracing dan mewajibkan PCR test bagi keseluruhan karyawan gedung TBB sebanyak 265 orang.

“Tim Gugus Tugas dan pengelolah Kawasan Industri Jababeka telah melakukan kunjungan ke lokasi dan berkoordinasi langsung dengan manajemen setempat. Kami mengapresiasi langkah Unilever Indonesia yang telah melapor kepada Gugus Tugas, sehingga kita dapat dengan sigap melakukan pengecekan,”kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, dalam keterangannya yang diterima Okezone, Kamis (2/7/2020).

Menurut Alamsyah, keterbukaan dan kecepatan penanganan menjadi faktor yang penting dalam usaha bersama untuk memitigasi dan mengambil langkah-langkah ke depannya sehingga penyebaran dapat diputus.

“Berdasarkan tinjauan kami, Unilever memiliki beberapa pabrik di kompleks Cikarang, setiap gedungnya memiliki protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Sehingga hanya satu area saja yang perlu untuk ditutup untuk sementara. Kami menghargai bahwa perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan, bersikap proaktif , terbuka dan terus berkoordinasi dengan kami,”ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama berbagai pihak menjadi kunci untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Saat ini Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi dan PT Unilever Indonesia sedang bekerjasama untuk melakukan tindakan mitigasi pada salah satu fasilitas produksi Unilever di Cikarang.

Alamyah mengimbau, agar masyarakat untuk tidak panik. Tindakan yang dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di lingkungan sekitar sudah dilakukan dengan sangat ketat dan sesuai protokol kesehatan.

“Tidak perlu khwatir mengenai kontaminasi produk, karena sejauh ini belum ada bukti transmisi penyakit melalui barang konsumen dan/atau produk sehari-hari, baik selama wabah ini atau wabah yang serupa sebelumnya (misalnya SARS), untuk itu kemungkinan adanya hal ini sangat kecil untuk terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Sancoyo Antarikso, Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk menambahkan, bahwa kesehatan dan keselamatan karyawan adalah prioritas utama,

“Operasional segera kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut, untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini