Pedagang Hewan Kurban di Depok Pasrah Lantaran Pandemi Covid-19

Abu Sahma Pane, Okezone · Jum'at 03 Juli 2020 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 338 2240779 pedagang-hewan-kurban-di-depok-pasrah-lantaran-pandemi-covid-19-x9IHHhPaux.jpg Muhammad Ismail, pedagang hwan kurban di Depok. Foto: Wahyu-Okezone

DEPOK - Menjelang hari raya Idul Adha 2020 sejumlah pedagang hewan kurban mulai membuka lapak di berbagai lokasi di Kota Depok, Jawa Barat. 

Salah satunya pedagang hewan kurban di Jalan KSU Raya, Sukmajaya, Kota Depok, yang dikelola Muhammad Ismail.

"Saya sudah enam tahun (enam musim Idul Adha) jualan di sini," kata Ismail kepada wartawan, Jumat (3/6/2020).

Saat dijumpai di lapak dagangannya, dia mengaku setiap tahunnya dapat menjual 200-an sapi. Seperti tahun lalu terjual 280 sapi dengan bermacam-macam jenis terjual. Namun di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Ismail mengaku galau dalam penjualan tahun ini.

"Belum tahu tahun ini bagaimana, saya pasrah saja sebab ada Covid-19. Kami jual sapi hewan kurban yang berkualitas harus disertai sertifikat dari lembaga kesehatan terkait,” paparnya.

"Pelanggannya biasanya pengelola pesantren yang tersebar di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). Bahkan ada yang pernah beli 10 ekor sapi dengan ukuran 250 Kg- 300 kg," jelasnya.

Sapi seberat itu, Ismail menjual sekira Rp20 juta sampai Rp30 juta. Namun agar pembeli tak merasa keberatan, dia mempermudah dengan menerapkan sistem bayar dimuka.

"Nanti dekat hari H langsung diantar dan selesaikan pelunasannya," tuturnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Minta Pedagang Kurban Miliki Izin di DPMPTSP

"Sewa lapak aja saya Rp30 juta – Rp40 juta satu bulan. Belum sewa tenda, per bulan bisa Rp35 juta. Masih ada pekerja lainnya yang harus dikasih gaji," pungkas Ismail.

Sementara itu pedagang hewan kurban juga sudah mulai membuka lapak di lokasi di Kota Bekasi. Salah satu contohnya terdapat lapak pedagang sapi dan kambing di Jalan Pengaran Jayakarta, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Lahan kosong itu kini dipenuhi hewan kurban. Begitu juga di Jalan Rambutan, Kampung Jaha RT07/11, Jatimekar, Jatiasih. Di situ banyak hewan kurban yang siap untuk dijual pada Lebaran Haji 1441 Hijriah tahun ini.

Tadinya sejumlah pedagang di Bekasi sempat pesimis dengan kondisi saat ini. Namun sekarang mereka justru kebanjiran pesanan meski lebaran haji masih sekira satu bulan lagi. Seperti yang dirasakan Sayadi Ogay selaku pedagang hewan kurban di Kampung Jaha.

Baca Juga: Seharga Rp90 Juta, Ini Penampakan Calon Sapi Kurban Presiden Jokowi

"Tadinya saya pesimis bakal ramai. Tapi demikian, pademi corona saat ini ternyata permintaan malah meningkat," kata Ogay ketika ditemui Okezone di lapaknya di Kampung Jaha, Jatiasih, Kota Bekasi, Senin (29/6/2020).

Ada tiga alasan mengapa permintaan hewan kurban meningkat. Yang pertama, kata dia, orang berkurban karena ketaatan sebagai, kedua berkurban karena pandemi corona untuk berbagi dan yang ketiga karenan ibadah haji yang ditunda itu banyak orang yang biasanya berkurban di Tanah Suci, saat ini bisa kurban d tanah air.

"Itulah dari segi yang menjadi dasar peningkatan pembelian kurban pada tahun ini," kata Ogay.

Saat ini saja, lanjut Ogay sudah ada sekitar 300 ekor pesanan hewan kurban jenis sapi. Pesanan hewan kurban itu dari berbagai daerah. "Sementara pelanggan saya ini ada di Jabodetabek dan Indramayu, Sukabumi, Cirebon, Cianjur dan Karawang," jelasnya.

Sementara pedagang lainnya Atta mengaku permintaan hewan kurban saat ini justru meningkat dibanding pada tahun sebelumnya.

"Sekarang justru aneh, pademi gini di tempat saya meningkat, dulu hanya menyedikan ratusan ekor, saat ini sudah hampir 1.000," ungkapnya kepada Okezone.

Mulanya ia pesimis karena pademi virus corona. Tetapi pada pertengahan Juni kemarin dirinya sudah menjual sekitar 450 ekor sapi. Itu semua merupakan pesanan warga yang hendak berkurban.

"Tadinya kita nyuruh stop kiriman, karena takut juga, tapi ini malah banyak yang pesan," ungkapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini