Muncul Klaster Baru Covid-19 di Sektor Industri, Ini Langkah Pemkab Bekasi

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 03 Juli 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 338 2240897 muncul-klaster-baru-covid-19-di-sektor-industri-ini-langkah-pemkab-bekasi-YHpQCMnrl5.jpg Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (Foto: Okezone/Wisnu)

BEKASI - Adanya klaster baru virus corona atau Covid-29 di lingkup industri membuat Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengambil langkah pengetatan semua sektor.

Pasalnya, adanya klaster baru itu angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi kembali melonjak, padahal pada pekan lalu tidak ada peningkatan jumlah kasus. Bahkan secara keseluruhan semua sektor mengalami penurunan, hanya menyisakan 10 kasus positif.

"Jadi harus betul-betul dijaga, jangan sampai ada lagi klaster-klaster baru Covid-19, apalagi sektor Industri. Makanya harus diawasi bagaimana protokol kesehatannya di sana," kata Bupati Eka Supria Atmaja, Jumat (3/7/2020).

Pada rapat evaluasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proposional, Eka juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan pengawasan, sinergi, dan koordinasi.

"Yang terjadi saat ini perlu disikapi secara serius mengingat di Kabupaten Bekasi merupakan daerah dengan kawasan industri terbesar, jadi jangan main-main. Kepada seluruh dinas terkait seperti Dinas Perindustrian untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan," ucap dia.

Sementara, juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan, hingga Jumat pukul 11.00 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi positif pada klaster baru di PT Unilever Savoury Factory bertambah menjadi 36 orang.

"Selain 21 karyawan, 15 anggota keluarga karyawan juga turut terinfeksi Covid-19. Sementara ODP ada 30 orang," kata dia.

Penambahan kasus positif ini diketahui setelah pihaknya melakukan tes usap ke seluruh pihak yang melakukan kontak langsung dengan karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka yang terkonfirmasi positif tersebut telah dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan dan ada yang melakukan isolasi mandiri di Wisma Karantina ODP Cikarang.

Pihaknya bekerja sama dengan pihak perusahaan terus melacak kemungkinan penyebaran Covid-19 dan hingga saat ini sudah 500 orang yang diperiksa melalui tes usap, baik karyawan, keluarga, maupun tetangga.

"Tracing sudah sampai di keluarga dan tetangga di sekitar tempat tinggal karyawan. Rinciannya, 265 karyawan yang kami periksa, lebih dari 200 orang lainnya yang sempat melakukan kontak juga sudah dites. Semuanya tes usap," tutur Alamsyah.

Alamsyah mengaku belum menemukan penyebab awal penyebaran Covid-19 pada klaster Unilever. "Tracing belum mengerucut dari pasien pertama dari mana. Gugus tugas dengan perusahaan masih mendalami, bukan mereka-reka. Untuk mengetahui awal mata rantainya dari pasien 01 masih belum terang," kata dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini