Protokol Kesehatan Kurang Diperhatikan Sebagian Massa Aksi 'Apel Siaga Ganyang Komunis'

Muhamad Rizky, Okezone · Minggu 05 Juli 2020 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 05 338 2241443 protokol-kesehatan-kurang-diperhatikan-sebagian-massa-aksi-apel-siaga-ganyang-komunis-tp1lC6M9QW.jpg Sebagian massa aksi 'Apel Siaga Ganyang Komunis' tidak memperhatikan protokol kesehatan (Foto : Okezone.com/Rizky)

JAKARTA - Massa elemen ormas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis, Negara Republik Indonesia (ANAK NKRI) bertajuk 'Apel Siaga Ganyang Komunis' mulai memadati Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2020).

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi sekira pukul 12.41 WIB elemen ormas yang ikut dalam kegiatan ini seperti Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), kemudian Japar (Jawara dan Pengacara), dan lain sebagainya.

Sebagian massa nampak sudah memasuki area lapangan, namun di antara mereka masih ada pula yang berekerumun di luar.

Sebelum masuk massa diminta untuk mencuci tangan dan diberikan hand sanitizer, meski begitu jumlah tempat cuci tangan yang tak sebanding dengan massa yang hadir menyebabkan sebagian mereka tidak mematuhi protokol kesehatan.

Sebagian massa aksi ganyang komunis tidak memperhatikan protokol kesehatan (Foto : Okezone.com/Rizky)

Tak hanya itu, sebagian massa juga terlihat tidak menggunakan masker. Mereka juga kurang mematuhi protokol kesehatan dalam hal menjaga jarak.

Salah seorang panitia berkali-kali telah mengingatkan kepada massa untuk menjaga jarak dan di haruskan menggunakan masker. "Pakai masker, duduknya beri jarak untuk mematuhi protokol kesehatan," tuturnya melalui pengeras suara.

Secara terpisah, Koordinator acara Apel Siaga Ganyang Komunis Maman Suryadi mengklaim acara ini akan dihadiri lima ribu peserta. "Yang akan hadir dari berbagai Ormas, insyaallah estimasi Apel Siaga kurang lebih 5.000 personel, bahkan lebih," ungkapnya.

Baca Juga : Banjir Jepang Terjang Panti Jompo, Tewaskan 14 Orang 

Baca Juga : Car Free Day di Jalan Paseban, Warga Asyik Main Bola & Badminton

Maman menjelaskan kegiatan ini akan diawali dengan upacara bendera. Kemudian dilanjutkan dengan gelar pasukan dan pembacaan teks Pancasila.

Nantinya apel tersebut juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari inspektur upacara dan ditutup dengan pembacaan doa. "Tidak ada orasi," terang Maman.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini