Beragam Modus Pengedar Narkoba, Pakai Minyak Gosok hingga Manfaatkan Anak

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 07 Juli 2020 01:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 338 2242212 beragam-modus-pengedar-narkoba-pakai-minyak-gosok-hingga-manfaatkan-anak-vYVtCXLhbN.jpg ilustrasi

BOGOR - Satnarkoba Polres Bogor membekuk 19 pengedar narkotika jenis sabu-sabu, tembakau sintetis dan ganja di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Salah satunya merupakan anak di bawah umur.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengatakan belasan tersangka yang berhasil diamankan itu adalah hasil penangkapan selama periode Juni 2020.

"Pengungkapan kasus narkoba ini kami lakukan selama periode bulan Juni 2020. Dengan total pengungkapan 15 kasus psikotropika dan narkotika dan berhasil menangkap 19 tersangka pengedar," kata Roland, dalam keterangannya, Senin (6/7/2020).

Adapun barang bukti diamankan sebanyak 70,39 gram sabu-sabu, 16,2 kilogram ganja dan 11,8 gram tembakau sintetis. Untuk kasus ganja, ada modus baru dilakukan dalam pengiriman yakni menggunakan paralon dengan kemudian dilumuri minyak gosok.

"Ganja ini didapat para pelaku dari Aceh yang dikirim dengan cara dimasukkan ke dalam pipa paralon yang dilumuri minyak gosok sehingga mengelabui anjing pelacak. Tentunya modus ini menjadi modus baru dari tindak pidana narkoba yang kita ungkap," bebernya.

Lebih mirisnya lagi, terdapat salah satu pengedar di antaranya anak di bawah umur berinisial RMH yang diamankan di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor dengan barang bukti narkoba jenis ganja.

"Aada salah satu pelaku anak di bawah umur inisial RMH barang bukti 178 gram ganja. Tersangka ini berperan sebagai pengedar yang mana dalam proses peradilannya kita perlakukan sesuai aturan Undang-Undang Sistem Peradilan Anak," jelas Roland.

Kemudian, untuk para tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 114, Pasal 112 dan Pasal 111 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun atau penjara seumur hidup.

"Masih ada satu orang daftar pencarian orang (DPO) dalam jaringan ini atas nama inisial NC," tutupnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini