Polisi Tembak Maling Motor Bersenpi yang Mencoba Kabur

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 07 Juli 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 338 2242528 polisi-tembak-maling-motor-bersenpi-yang-mencoba-kabur-qw5sTKhIL5.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BEKASI - Pelaku pencurian kendaraan beromtor (Curanmor) di Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi, membawa senjata api dalam menjalankan aksinya.

Kedua pelaku Ismail (30), dan Dedi Effendi (25) diciduk setalah sebelumnya mengancam menembak warga. Mereka terpergok warga saat menjalankan aksinya mencuri sepeda motor Honda Beat nomor polisi B 4660 FUL warna hitam milik Muhammmad Dzaky (15).

Ismail yang sedang mengeksekusi motor korban dengan kunci letter T, terpergok oleh saksi Febri Nurenda.

"Saksi saat itu hendak makan siang di warteg seberang lokasi kejadian. Saksi melihat gerak mencurigakan di depan warnet hingga akhirnya saksi langsung memiting pelaku Ismail," ungkap Kapolrestro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, Selasa (7/7/2020).

Ilustrasi

Saat dipiting oleh saksi Febri, lanjut Hendra, pelaku Ismail berontak dan mengancam akan menembak saksi dengan senjata api pelaku. Tak ingin ambil risiko, Febri coba melepas dan menjauh dari pelaku Ismail.

"Ada ancaman dari pelaku, ‘Gua Tembak Lo’ pelaku Ismail kemudian coba berlari menghampiri rekannya Dedi dan melarikan diri dengan sepeda motor. Tetapi, laju kendaraannya oleng hingga terjatuh tak jauh dari lokasi kejadian. Pelaku mencoba lari kembali dan seorang warga menabrak kedua pelaku hingga terjatuh," katanya.

Baca Juga : Polisi Buru Pembunuh Sopir Taksi Online di Bekasi

Baca Juga : 4 Usul Kapolda dalam Penanganan Corona di Jatim, Nomor 2 PSBB Lagi

Warga kemudian melaporkan peristiwa penangkapan ini kepada Polsek Cikarang Utara.

Tak lama berselang, petugas datang dan mengamankan dua pelaku sambil menginterograsi. Penyidik coba menggali informasi dari dua pelaku untuk menunjukkan persembunyiannya. Namun, pelaku Ismail justru ngotot kembali berlari hingga petugas melepaskan tembakan peringatan.

"Tembakan peringatan dihiraukan, akhirnya petugas kami mengambil tindakan tegas terukur terhadap pelaku dengan melumpuhkan kakinya," ujarnya.

Hendra menuturkan, pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama. Dalam operasinya, pelaku kerap dibekali dengan senjata api rakitan berisi amunisi aktif dan tak segan melukai orang yang menghalangi aksinya.

"Motifnya adalah ingin memiliki barang milik korban untuk dijual dan hasil penjualan dibagi-bagi untuk keperluan hidup sehari-hari karena tidak mempunyai pekerjaan tetap," tuturnya.

Dari peristiwa tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti di antaranya dua unit sepeda motor, 1 kunci letter T beserta 16 anak kuncinya, 1 kunci lock magnet, 1 pucuk senjata api rakitan dan 4 peluru aktif serta 2 bilah pisau. Sementara itu, polisi masih mengejar kawanan pelaku yaitu, Asep, Dani dan Dawer.

"Tiga pelaku DPO, mempunyai peran masing-masing. Asep adalah pemilik senjata api rakitan, Dani pemilik kunci letter T dan Dawer adalah joki motor. Semua pelaku adalah berasal dari kelompok Lampung," pungkasnya. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, dua pelaku dijerat dengan Pasal 1 dan 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12/1951 dan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini