Rusunawa di Kota Bogor Bakal Dijadikan Ruang Isolasi Covid-19

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 08 Juli 2020 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 338 2243139 rusunawa-di-kota-bogor-bakal-dijadikan-ruang-isolasi-covid-19-E9K3aG7oe0.jpg Rusunawa yang akan dijadikan lokasi isolasi (foto: istimewa)

BOGOR - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19 Kota Bogor, akan menyiapkan ruang isolasi bagi status orang dalam pemantauan (ODP), maupun positif Covid-19 di rumah susun sewa (rusunawa). Hal tersebut guna mengantisipasi kemungkinan terburuk selama pandemi covid-19.

"Jadi, kami tidak tinggal diam. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi situasi terburuk (worst condition) nanti," kata Ketua GTPP Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam keterangannya, Rabu (8/7/2020).

Dari dua unit rusunawa yang ada, setidaknya mampu menampung kurang lebih 50 pasien positif corona maupun ODP. Selain itu, pihaknya tengah berupaya memita izin kepada BNN agar Pemkot Bogor dapat menggunakan tempat rehabilitasi di Lido, Kabupaten Bogor untuk ruang isolasi kasus covid-19.

"Sementara antisipasi (rusunawa) ini apabila ada warga rusun yang jadi ODP atau positif covid-19 terkonfirmasi. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk warga lain. Kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak BNN untuk kemungkinan kita bisa memakai aset mereka di Lido, itu rencananya," ungkapnya.

 Virus Corona

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Rusun Kota Bogor, Ilham Gunawan menjelaskan, rencana untuk ruang isolasi terdapat di dua rusunawa milik Pemkot Bogor yakni di Menteng Asri sebanyak 20 kamar. Kemudian di Rusunawa Cibuluh 11 kamar.

"Ruang isolasi yang bergabung dengan hunian penduduk ini tidak menjadi masalah. Kami sudah lakukan penyekatan dengan teralis sebagai pembatas antara zona isolasi dan penghuni," ucap Ilham.

Ia menambahkan, berbagai kebutuhan guna menunjang keberadaan ruang isolasi ini pun sudah cukup memadai, dengan disediakannya ruangan untuk tenaga medis dan melakukan pemisahan kamar mandi untuk pasien positif dan tenaga medis.

"Untuk penyemprotan desinfektan juga kami rutin lakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para semua penghuni rusun," tambahnya.

 

Untuk informasi, sejauh ini ada 8 rumah sakit rujukan untuk penanganan fovid-19 di Kota Bogor. Penetapan rumah sakit rujukan ini merupakan kewenangan penuh dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Adapun 8 rumah sakit rujukan tersebut yakni RSUD Kota Bogor, RS PMI, Bogor Senior Hospital, RS Melania, RS BMC, RS Azra, RS Hermina dan RS Medika Dramaga. Di RSUD Kota Bogor, terdapat 112 kasur yang disiapka untuk pasien covid-19.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini