Polisi Sebut Ratusan Korban Eksploitasi WN Prancis Didapat dari Jalanan hingga Mal

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 09 Juli 2020 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 338 2243932 polisi-sebut-ratusan-korban-eksploitasi-wn-francis-didapat-dari-jalanan-hinggal-mal-KQdsCrNh19.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Sebanyak 305 anak di bawah umur menjadi korban eksploitasi oleh warga negara (WN) Prancis berinisial FAC alias Frans (65) di Jakarta. Ratusan anak tersebut didapat pelaku dari anak jalanan hingga di mal.

"Korban ini adalah perempuan anak jalanan. (Tapi) tidak semua anak jalanan jadi ada juga yang di dapat di mal," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sujana, saat konfrensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/7/2020).

Nana mengatakan, untuk mendapatkan korbannya pelaku mendatangi anak-anak jalanan atau yang tengah berkumpul di mal kemudian membujuk mereka untuk dijadikan foto model serta diberikan imbalan uang.

 Baca juga: Polisi Bongkar Kasus Eksploitasi 305 Anak di Bawah Umur 

Mereka kemudian diajak ke sebuah hotel dikawasan Jakarta setelah itu di make up sehingga terlihat menarik. Sayangnya pelaku justru menyetubuhi korbannya dan direkam secara diam-diam.

"Jadi memang ada dari pelaku ini menyampaikan pada korban akan dijadikan foto model setelah itu mereka disetubuhi," ungkapnya.

Setelah disetubuhi, kata Nana, anak-anak tersebut diberikan imbalan uang sebesar Rp250 ribu hingga Rp1 juta. Namun bagi mereka yang menolak mendapat siksaan dari pelaku.

"Yang tidak mau disetubuhi di tempeleng dan ditendang," jelas Nana.

Adapun pelaku sendiri telah melakukan perbuatannya sejak 2019 hingga 2020. Hal tersebut dilakukan di berbagai hotel di Jakarta.

"Untuk waktu saya ambil 3 bulan terakhir yaitu yang pertama Desember 2019 sampai Februari 2020 mereka melakukan ekpolitasi seksual di hotel O, kemudian di hotel L Jakarta Barat, dan April - Juni pelaku melakukan di hotel PP Jakarta Barat," tambahnya.

Adapun dalam kasus ini polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 21 kostum yang dipakai korban untuk pemotretan dan pembuatan video cabul, 1 buah laptop, 6 memory card, 20 kondom, dan 2 buah vibrator.

Pelaku sendiri dijerat dengan pasal berlapis yakni, Persetubuhan terhadap anak di bawah umur Pasal 81 Jo 76D UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp5 Miliar.

Persetubuhan terhadap anak di bawah umur dengan korban lebih dari 1 (satu) anak, Pasal 81 ayat (5) Jo 76D UU RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI. Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dipidana dengan pidana penjara mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan dapat dikenai tindakan kebiri kimia.

Pencabulan terhadap anak di bawah umur Pasal 82 Jo 76E UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp5 Miliar.

Eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak di bawah umur Pasal 88 Jo 76 I UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp200 juta.

Tanpa hak menyebarkan foto atau video yang melanggar kesusilaan Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU RI no. 19 tahun 2016 ttg ITE dipidana dengan pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp1 Miliar. (wal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini