Uang Setengah Miliar Tak Silaukan Mata Mujenih Petugas Kebersihan KRL

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 10 Juli 2020 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 338 2244157 uang-setengah-miliar-tak-silaukan-mata-mujenih-f2DJfU4FD7.jpg foto: ist

JAKARTA - Kejujuran dari petugas menjadi garda terdepan dan keandalan dari sistem Lost and Found atau aplikasi laporan barang tertinggal dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Hal itu juga menjadi kunci dalam penemuan uang Rp500 juta di dalam gerbong KRL pada 6 Juli 2020 lalu.

"Setiap harinya berbagai jenis barang termasuk barang berharga ditemukan tertinggal di dalam KRL oleh petugas dan dicatat ke dalam sistem," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangannya, Jumat (10/7/2020).

Anne menceritakan kronologis petugas KRL yang menemukan uang Rp500 juta pada Senin 6 Juli 2020 lalu sekitar pukul 16.40 WIB. Kala itu, petugas kebersihan kereta bernama Mujenih dan petugas pengawalan KRL Egi Sandi menemukan barang yang tertinggal di kereta kedua dari kereta yang akan tiba di Stasiun Bogor.

Barang tersebut berupa plastik berisi uang dalam bungkusan koran. Mujenih dan Egi kemudian menyerahkan ke petugas Passenger Service di Stasiun Bogor bernama Iqbal Fahri. Kemudian, bersama beberapa petugas lainnya, mereka memeriksa bungkusan lebih detil untuk kepentingan memasukkan data dalam aplikasi lost and found atau laporan barang tertinggal di KRL.

"Setelah diperiksa bersama, uang yang dibungkus koran tersebut berjumlah Rp500 juta. Petugas passenger service kemudian memasukkan data dan ciri-ciri barang yang ditemukan tersebut ke dalam sistem aplikasi lost and found," ujarnya.

Tak lama kemudian, lanjut Anne, seorang pengguna KRL dengan inisial SB melaporkan barang miliknya yang tertinggal di kereta. Iqbal kemudian menerima SB dan melakukan verifikasi data serta ciri-ciri barang yang dilaporkan tertinggal.

Setelah verifikasi identitas dan ciri-ciri barang seluruhnya sesuai dengan apa yang ditemukan, uang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya dengan disaksikan sejumlah petugas.

"Petugas PT KCI telah berkali-kali mengamankan barang tertinggal di dalam kereta. Benda yang tertinggal mulai dari makanan, tas, pakaian, helm, hingga benda berharga seperti laptop, perhiasan, dan uang tunai bernilai jutaan rupiah. Dari segi nilai barang, temuan pada Senin sore lalu adalah yang terbesar," imbuhnya.

Anne menerangkan bahwa selama ini seluruh barang temuan dicatat dalam sistem lost and found PT KCI yang menghubungkan 80 stasiun KRL. Dalam satu hari rata-rata ada delapan barang yang ditemukan dan lebih dari 50% telah diambil kembali oleh pemilik barang.

"Barang-barang yang tidak diambil oleh pemiliknya hingga lebih dari dua bulan tapi masih layak pakai, seperti pakaian, perkakas, dan tempat makan akan dikumpulkan. Petugas kemudian akan membersihkan dan mengelompokkan barang-barang tersebut. Barang kemudian disumbangkan ke panti asuhan dan yayasan yang membutuhkan. Terakhir PT KCI menyumbangkan barang ke Panti Asuhan di Kampung Cipayung, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor pada 4 Juni 2020," tuturnya.

Ia menambahkan, barang bawaan adalah tanggung jawab sepenuhnya dari masing-masing pengguna KRL. Namun, saat ada barang yang tertinggal di dalam kereta maupun di stasiun dan selama tidak berpindah tangan ke orang-orang lain yang tidak bertanggung jawab, pasti akan diamankan oleh petugas.

"Kejujuran dari para petugas di KRL maupun stasiun dalam menangani barang tertinggal ini telah berkali-kali terbukti," tutur Anne.

Sebelumnya, Mujenih membersihkan rangkaian gerbong KRL di Stasiun Bogor sekira pukul 16.00 WIB pada Senin 6 Juli 2020. Tiba-tiba dirinya bersama petugas keamanan menemukan kantong plastik kresek hitam di tempat duduk prioritas.

"Saya lagi bersih-bersih, kantong plastiknya juga sudah ditendang-tendang, posisinya di bawah bangku prioritas, kirain sampah. Pas buka, dilihat isinya uang banyak pecahan Rp100 ribu dibungkus koran juga," kata Mujenih, dihubungi Okezone.

Melihat uang yang begitu banyak, dirinya langsung bergegas melaporkan temuannya ke Stasiun Bogor. Tak sedikit pun timbul niat dibenaknya untuk menguasai atau mengambil sedikit dari uang tersebut.

"Uangnya Rp500 juta. Gak ada (niatan ngambil), saya langsung serahin ke stasiun aja. Gak lama yang punya datang, saya dapat form serah terima, ya sudah kerja lagi. Gak sempet ngobrol panjang. Orangnya sudah tua, duduknya aja di bangku prioritas gerbong ketiga dari belakang," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini