Cerita di Balik Viralnya Bakso Lobster, Yuk Simak

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 10 Juli 2020 20:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 338 2244576 cerita-di-balik-viralnya-bakso-lobster-yuk-simak-aTvEKCqI85.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

BEKASI — Seenak apa sih Baso Lobser yang lagi viral di jagad maya dan wilayah Cibitung, Kabupaten Bekasi? Lalu bagaimana ceritanya menu satu ini jadi viral?

Mereka para pembeli rela mengantre berjam-jam lamanya untuk menyantap baso yang tampak biasa seperti baso pada umumnya.

Okezone pun berusaha mencari tahu mengapa Baso Lobster yang berolaksi di Jalan Bapak Bosi, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, itu menjadi buruan warga.

Ruko sederhana berukuran 3x5 ini tidak melayani makan di tempat. Pembeli hanya bisa memesan yang kemudian dibawa pulang ke rumah untuk disantap. Pembeli, yang lama mengantre pun terlihat tak sabar.

Kesabaran mereka pun terbayar ketika satu sama lain dari pembeli saling berinteraksi. Mereka tampak bergurau satu sama lain untuk menghilangkan lelah karena berjam-jam lamanya menunggu nomor anteran dari sang pemilik warung Bakso Lobster Permata.

Sang pemilik pun sesekali mengingatkan pembeli yang tak sabar. "Sabar to bos, bos," kata pemilik warung Bakso Lobster Permata Arief Rianggowo ketika ditemui Okezone, Jumat (10/7/2020) sore.

Di lokasi, Okezone pun sempat memantau kegiatan Pak Haji sapaan akrab Arief Rianggowo. Terlebih, ketika dimintai wawancara, Pak Haji minta Okezone untuk menunggu pada anteran ke 100.

Kebetulan ketika tiba anteran di ruko 3x5 ini sudah banyak pembeli yang mengantre. Hingga pukul 16.30 Okezone pun berusaha kembali agar diberikan waktu untuk wawancara. Namun, lagi-lagi Pak Haji meminta untuk bersabar.

Tepat pada pukul 17.30 WIB, Pak Haji menginfokan agar pelanggan bersabar karena Bakso Lobster yang dipesan masih dalam perjalanan, karena stok di warung sudah habis. Akhirnya Okezone pun berusaha kembali meminta slot waktu. Dan akhirnya Pak Haji bersedia untuk diwawancara.

Berikut ini adalah tanya jawab yang dikemas Okezone:

Awal mula buka ini kapan?

Awal puasa tanggal 28 April 2020. Jadi dua bulan lebih sekarang ini. Karena kita tahu banyak penggemar daerah Bekasi adalah bakso dan mi ayam, akhirnya saya memberanikan diri membuka Bakso Lobester. Karena sebelumnya ada kawan saya dari Magelang, dia sudah punya usaha warung bakso di daerah Cibitung sini, itu menawarkan ke saya.

Baca Juga: Viral Bakso Lobster, Pembeli Rela Antre Berjam-jam di Tengah Pandemi Covid-19

Karena awalnya saya jual kupat tahu Magelang, tapi peminat di daerah sini kurang, sehingga kawan saya bilang nanti bulan puasa mudah-mudahan bakso akan laris. Karena itu kita buka awal puasa. Kemudian saya di sini di daerah CBL itu saya punya tempat untuk kupat tahu. Tapi saya gak berani buka, karena awal buka disni.

Ini bener daging lobester asli?

Bener boleh dicek kenyataannya, semua lobster itu yang fress. Jadi kita bukan lobster yang sudah beberapa hari dipanen. Begitu datang dari petani atau nelayan dari Lampung, Sukabumi, Cilacap, Cianjur yang tak lain adalah pengepul. Kita mendapatkan dari mereka, ada dari Karawang juga. Terus nyoba dari Angke juga, dan dari beberapa sumber. Nah akhirnya di sini kita buat Bakso Lobster Permata, kenapa Lobster Pertama karena disini terkenalnya daerah Pertama. Jadi itu supaya mudah mengingat kita pakai Bakso Lobster Permata.

Resepnya dari mana?

Kakak saya sendiri adalah chep di kapal pesiar, di Eropa sana. Dan kakak saya juga chep di hotel-hotel bintang lima. Nah dia memberikan resep (memberikan gambaran resep) seperti itu. Artinya ada bumbu tambahan tidak seperti bakso pada umumnya. Karena ada perpaduan resep dari yang hotel bintang lima dan bakso Solo, karenanya saya mencoba resep perpaduan dari Bakso Solo, kemudian dari hotel bintang lima dan kapal pesiar.

Ini viralnya sengaja?

Kalau pada waktu itu ada youtuber menjadi viral, ada beberapa youtuber dan kemudian memviralkan itu, saya lupa namanya karena waktu itu komunikasi sama ibu.

Sehari berapa habis porsi?

Awalnya itu karena perjuangan, saya ragu karena lobster mahal. Tapi itu menjadi tidak masalah, karena rasa uniknya bakso lobster karena dibungkus dengan bakso sehingga orang penasaran. Itu intinya.

Awalan 20-30 terus meningkat dan sampai 200-300. Sekarang di atas 500-700 bahkan 1.000 porsi. Tapi kita gak ngitung, secara akuntasi saya belum ngitung ini. Karena belum masih sendiri, belum ada kasir, kasir saya sendiri. Saya belum mendapatkan yang propesional untuk di depan (kasir). Saya mencoba dengan ilmu yang saya punya, saya propesional lah. Tapi propesional secara tradional.

Karyawan tadinya satu dan sempat 10, tapi karena kerjanya dari pagi sampai malam mereka kayanya fisik dan tenaga kurang, sehingga beberapa orang yang menundurkan diri. Tapi saya dengan sekarang ini tiga orang saja jalan. Sistemnya masih baru, bahkan ketika itu saya bebaskan satu tamu boleh mesen berapa saja, sehingga yang di belakangnya lama, nunggu antrean di depannya. Padahal input lobsternya tidak sebanyak mereka order.

Modal awal berapa?

Modal awal itu saya kerja di teman dari Magelang itu. Karena ketika sama temen itu saya biasa di marketing, pemasaran. Nah dia punya bakso lobster itu saya disuruh memasarkan disini, sehingga modal itu membantu sebagai marketing.

Tapi saya mitra, dan sebelumnya ini saya punya ruko ini, sewa tapi untuk kupat tahu, karena kondisi banjir dan kurang digemari masyarakat Cibitung sehingga saya kosongkan. Nah kemudian di bulan puasa umumnya orang gak makan di luar. Nah sehingga kupat tahu kurang digemari. Dengan bakso lobster penjualan saya semakin meningkat. Sehingga banyak orang penasaran bahkan belakangan ada informasi itu lobster plastik, ya monggo saja.

Untuk stok lobster aman?

Aman, di kita punya beberapa suplayer, jadi aman. Nah denger-denger bu Susi Pujiastuti itu denger mau ke seni, karena dia denger lobster, dan dia punya lobster di indonesia, kalau dia keseni saya terimakasih. Karena biar lobster ada yang mengarahkan.

Lobster ini kan mahal?

Lobster memang mahal, waktu kemarin ada Covid-19, itu ekspor lobster ditutup ke China, Korea, Jepang. Nah karena ditutup, sehingga stok dalam negeri kan melimpah, mereka dijual murah ketimbang lama-lama busuk. Karena itu menggunakan peluang itu lah dengan harga murah. Kita tentunya jualnya relatuf murah.

Gebrakan selanjutnya seperti apa?

Karena warungnya sempit, orang mau makan di sini susah. Mungkin tempatnya akan dibesarkan. Kalau di sini kan kurang mungkin gandeng para mitra untuk mengembangkan lobster. Kedua akan mengembangkan di daerah yang seperti kota-kota besar. Banyak pengunjung disini yang mengajak buka di Bandung, Bogor, Jakarta, dan tempat lain-lain.

Tips bagi teman-teman yang ingin buka bakso lobster?

Pertama kali, baso harus enak, lobster harus fress, ketiga ramah kepada pembeli. Yang keempat pelayanan cepat, oleh karena itu saya saat ini sudah alhamdulilah dengan ada pembatasan pembeli. Karena awal-awalnya memang keteteran, sekarang Alhamdulillah.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini