Resmi Perpanjang PSBB Tangerang Raya hingga 26 Juli, Berikut Alasan Gubernur Banten

Muhammad Rosyadi, Okezone · Minggu 12 Juli 2020 19:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 12 338 2245237 resmi-perpanjang-psbb-tangerang-raya-hingga-26-juli-berikut-alasan-gubernur-banten-lGf3AC80lN.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) kembali memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Raya hingga 26 Juli 2020.

PSBB di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan diperpanjang karena masih adanya kasus baru positif virus corona (Covid-19), dan ketiga daerah tersebut belum masuk zona hijau.

"Kita sepakat untuk memperpanjang PSBB di wilayah Tangerang Raya," ujar Gubernur Banten Wahidin Halim dari keterangan resmi yang diterima, Minggu (12/7/2020).

Meski diperpanjang, akan diberikan pelonggaran untuk sejumlah kegiatan tertentu yang berisiko rendah terhadap penularan dan penyebaran Covid-19. Namun, untuk kegiatan yang berisiko sedang, agak tinggi, dan tinggi tetap akan dibatasi dan menjadi perhatian bersama, guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Kalau PSBB ini tidak kita lanjutkan saya khawatir. Karena ada tugas kita yang harus kita optimalkan. Jangan sampai kalau kita cabut PSBB akan terjadi euforia, masyarakat kembali seperti semula dan lupa," ujarnya.

Baca Juga: PSBB Tangerang Diperpanjang hingga 26 Juli 2020 

Wahidin mengaku bahwa dirinya sejak awal tidak sepakat dengan istilah new normal. Karena ada perubahan nilai-nilai budaya dan harus melalui internalisasi dan institusionalisasi, sehingga menjadi suatu kebiasaan baru di masyarakat.

Termasuk, lanjut Wahidin, penerapan protokol kesehatan yang awalnya jadi konflik bagi diri dan sebagian masyarakat. Namun lama kelamaan karena kesadaran akan pentingnya menghadapi pandemi akhirnya jadi berkompromi dengan kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai baru.

"Inilah yang saya merasa bangga dan bahagia. Ketika Wali Kota, Bupati, Polisi, TNI dan seluruh unsur lapisan masyarakat solid, dan ternyata masyarakat dengan kesadarannya ikut menciptakan budaya baru tanpa diperintah lagi," ungkapnya.

"Tanpa sosialisasi lagi kita akan sudah terbiasa dan merasakan pentingnya dan manfaat suatu kehidupan baru," tutupnya.

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini