Bule Prancis Tersangka Pencabulan Ratusan Anak Tewas di Dalam Rutan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 13 Juli 2020 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 338 2245497 bule-prancis-tersangka-pencabulan-ratusan-anak-tewas-di-dalam-rutan-oPiPFW9oFU.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Petugas kepolisian menemukan bule atau pria warga negara Prancis, Francois Abello Camille (FAC) alias Franss (65), tewas di dalam rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya. Diduga, tersangka kasus pencabulan ratusan anak di bawah umur itu tewas bunuh diri.

Bule tersangka pencabulan itu ditemukan oleh petugas dalam keadaan meninggal pada Lamis, 9 Juli 2020, saat melakukan pengecekan di dalam sel. Dugaan bunuh diri menguat ketika petugas menemukan Franss meninggal dengan kondisi lehernya terikat seutas kabel.

"Saat petugas jaga di tahanan melakukan patroli pengecekan di ruang-ruang tahanan menemukan FAC dalam kondisi terikat lehernya dengan seutas kabel tetapi enggak tergantung," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2020).

Baca Juga: Polda Metro Tangkap Pria Bule Predator Anak 

Yusri mengakui memang ada kabel yang tergantung di sel tempat Franss ditahan. Kendati demikian, kabel itu letaknya sangat tinggi dan disebut Yusri tidak bisa dijangkau oleh tersangka yang ditahan di sel tersebut.

Polda Metro merilis penangkapan pelaku pencabulan foto: Rizky 

Kemudian, kata Yusri, Franss yang berperawakan cukup tinggi saat itu mencoba naik dari kamar mandi untuk menggapai kabel itu. Lantas, sambungnya, kabel itu dililitkan ke lehernya sebelum akhirnya melompat.

"Kabel yang saat itu ada di tahanan cukup tinggi tapi yang bersangkutan bisa menaiki kamar mandi yang ada karena dia tinggi mencoba melilitkan ke lehernya tetapi sempat diketahui petugas saat itu juga dan dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan tindakan medis," papar Yusri.

Pihak kepolisian sempat membawa Franss ke RS Polri untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Dalam kesempatan ini, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes dr Umar Shahab mengatakan Franss menderita luka dalam dibagian lehernya yang mengakibatkan Franss tewas setelah tiga hari dilakukan perawatan di rumah sakit.

"Diagnosa dari dokter yang merawat jelas hasil rontgen ada retak tulang belakang di leher. Jadi, menyebabkan sum-sumnya itu kena jerat menyebabkan suplai oksigen ke otak dan organ-organ penting itu berkurang, itu yang menyebabkannya (meninggal)," kata Umar.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini