Ini Kata Bima Arya soal Lengangnya Stasiun Bogor Pagi Tadi

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 13 Juli 2020 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 338 2245515 ini-kata-bima-arya-soal-lengangnya-stasiun-bogor-pagi-tadi-yf7Haqcvq1.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto : Okezone.com)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut ada dua faktor yang membuat kondisi Stasiun Bogor pagi tadi tidak mengalami kepadatan seperti pekan lalu. Yaitu, adanya penambaan dua jadwal KRL dan 150 angkutan bus bantuan gratis.

"Tentu ini berkat karena sinergi yang baik. PT KAI menambah dua jadwal lebih pagi pada jam 03.42 dan 3.55 WIB serta sistem antrea juga sudah lebik baik. Kemudian ada 150 bus yang disiapkan, ada 75 unit dari Kemenhub, 75 unit dari Pemprov DKI Jakarta. Sangat membantu untuk mencairkan penumpang," kata Bima, di lokasi, Senin (13/7/2020).

Pada awal pekan lalu, sekira pukul 06.30 WIB kondisi antrean penumpang KRL di Stasiun Bogor sudah mengular. Namun, pagi tadi cenderung lebih kosong dan penumpang hanya mengantre sekitar 10-20 menit untuk dapat sampai ke dalam gerbong kereta.

"Jam segini minggu lalu sedang penuh-penuhnya, sekarang relatif kosong malah. Kita lihat tadi penumpang saat Subuh lebih milih naik bus. Tapi kita arahkan untuk naik kereta dulu, jika di dalam stasiun sudah mulai padat, ya kita buka antrean di bus untuk mengurainya. Buka tutup gitu," ungkap Bima.

Baca Juga : Nenek Moah Puluhan Tahun Tinggal Sebatang Kara di Gubuk Reot di Tengah Hutan

Baca Juga:  Buru Pembunuh Editor Metro TV, Polisi Periksa Pacar Yudi Prabowo dan 19 Saksi

Meski berdampak terhadap terurainya kepadatan penumpang, lanjut Bima, fasilitas bus gratis ini bukan solusi permanen. Pemkot Bogor, lanjut Bima, masih akan berkoordinasi dan membahs lebih jauh untuk mematangkan strategi permanen guna mengurai kepadatan penumpang KRL di Stasiun Bogor.

"Kita sedang mematangkan terus strategi lain yang lebih permanen bersama-sama PT KAI, Kemenhub dan Pemprov DKI. Sebelum ada solusi permanen mudah-mudahan setiap Senin bisa seperti ini. Nanti kita laporkan kepada Pak Menko, Pak Menhub terkait situasi hari ini yang cukup terkendali. Tapi kita tentu akan mematangkan skenario permanen," jelasnya.

Bima menambahkan, pihaknya hari ini juga akan menggelar rapat dengan Direksi Transjakarta terkait angkutan bus bantuan gratis yang disediakan.

"Tadi juga sudah ada pembicaraan dengan Kepala BPTJ, sudah disebar juga angket untuk mengetahui respon dari penumpang kereta apabila ada angkutan alternatif bus tetapi berbayar. Kita jajaki itu. Tidak mungkin seperti ini terus. Kita sedang bicarakan, siapkan skenario moda transportasi bus yang bisa menjadi permanen. Kemungkinan titik berangkatnya tidak semua di sini, kita sebar. Kita lihat nanti hasil kuesionernya seperti apa," tambah Bima.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak bahwa hari ini alur penumpang lebih lancar dari sebelumnya. PT KAI, kata dia, tetap akan konsisten menerapkan protokol covid-19 di lingkungan stasiun dan gerbong KRL.

"Tadi cukup efektif ya. Kita berangkatkan kereta lebih awal jam 03.42 WIB dan 03.55 WIB dari Stasiun Bogor serta dari Cikarang juga kita tambah tiga perjalanan setiap hari. Jadi ada 968 perjalanan kereta mulai hari ini. Kondisi physical distancing seperti saat ini masih dibutuhkan bantuan bus karena di dalam gerbong jumlah penumpang masih dibatasi," ucap Didiek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini