Polisi Koordinasi dengan Kedubes Prancis terkait Tewasnya Franss di Dalam Rutan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 13 Juli 2020 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 338 2245532 polisi-koordinasi-dengan-kedubes-prancis-terkait-tewasnya-franss-di-dalam-rutan-Caw8wryajZ.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Jajaran kepolisian langsung berkoordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis menyusul tewasnya Francois Abello Camille (FAC) alias Franss (65) di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Franss merupakan warga negara Prancis tersangka kasus pencabulan ratusan anak di bawah umur.

Franss diduga tewas bunuh diri di dalam Rutan pasca-ditetapkan sebagai tersangka, beberapa hari lalu. Franss diduga bunuh diri dengan cara melilitkan kabel yang tergantung di dalam sel rutan ke lehernya. Saat ini, jenazah Franss masih berada di RS Polri dan sedang menunggu koordinasi dengan Kedubes Prancis.

"Kemudian berkoordinasi dengan Kedutaan Prancis dalam hal ini jenazah masih di rumah sakit, kita sudah berkoordinasi. Bahkan rencananya hari ini akan bertemu dengan pihak rumah sakit untuk bagaimana tindak lanjut mengenai bagaimana jenazah tersangka FAC ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/7/2020).

Polda Metro Jaya saat merilis kasus eksploitasi anak dengan tersangka Franss (Foto : Okezone.com)

Tewasnya Franss bermula saat petugas piket jaga rutan Polda Metro Jaya melakukan patroli ke setiap sel tahanan pada Kamis, 9 Juli 2020. Kemudian, petugas menemukan Franss dalam keadaan lemas dengan leher terlilit seutas kabel.

"Ada kabel yang terikat tetapi tidak tergantung, berupaya untuk membebankan dengan badannya yang berat ini di tembok berupaya untuk ada percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh tersangka FAC dengan menggunakan kabel yang memang kabel itu sudah ada di dalam sel tahanan cukup tinggi sebenarnya," bebernya.

Baca Juga : Ini Kata Bima Arya soal Lengangnya Stasiun Bogor Pagi Tadi

Baca Juga : Bule Prancis Tersangka Pencabulan Ratusan Anak Tewas di Dalam Rutan

Franss diduga bunuh diri dengan cara menggantungkan lehernya lewat seutas kabel yang tergantung di dalam sel. Namun memang, diduga kabel itu tidak kuat menahan tubuh Franss sehingga putus. Saat ditemukan petugas, Franss dalam keadaan kritis hingga akhirnya harus dibawa ke rumah sakit.

"Saat itu juga dan kemudian dilarikan ke rumah sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan perawat dan tindakan medis. Kurang lebih tiga hari dilakukan perawatan tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB tersangka tersebut meninggal dunia," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini