Pengakuan Wasit Tarkam yang Viral Usai Diinjak-injak Pemain

Wisnu Yusep, Okezone · Selasa 14 Juli 2020 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 338 2246172 pengakuan-wasit-dianiaya-dalam-pertandingan-tarkam-saya-diinjak-injak-LpbfUQ3C51.jpg Screenshoot dari video yang viral di medsos.

BEKASI - Penganiayaan oleh pemain sepakbola terjadi dalam pertandingan persahabatan antar kampung (tarkam) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Seorang wasit diinjak oleh pemain yang tak terima keputusan yang diberikan oleh sang pengadil lapangan.

"Jadi awalnya pertandingan gak ada asisten wasit. Cuma ada wasit satu dari panitia. Makanya saya memimpin," ungkap Wahyudin (29) wasit korban penganiayaan, Selasa (14/7/2020).

Wahyudi menuturkan dalam pertandingan tarkam bertajuk persahabatan itu, ia membuat keputusan offside, namun tak diterima oleh salah satu tim sehingga ia jadi bulan-bulanan pemain tim tersebut.

"Pemain ini protes sama saya, diinjak dari belakang, pas terjatuh saya langsung diinjak-injak, pas itu saya kurang sadar," jelas dia.

Setelah kejadian itu, Wahyudi mengaku tak langsung melayangkan laporan ke pihak kepolisian, sebab luka yang dialaminya cukup parah.

"Intinya besoknya saya proses ke jalur hukum, soalnya niatnya juga kemarin, langsung proses karena kondisi saya, pokoknya gimana ya sudah parah lah," ungkap dia.

Wahyudi menyadari keputusannya sebagai wasit tunggal dalam pertandingan Campas FC dan Yukaka FC pada Minggu 12 Juli 2020, cukup berisiko.

Baca Juga:  Viral Wasit Diinjak dalam Sepakbola Tarkam, Ini Faktanya

"Sekarang gini aja, kita kan pakai wasit 1 (tanpa hakim garis), jangankan pakai wasit 1, kita pakai asisten wasit aja suka salah kan (keputusan), terjadi juga di liga-liga 1. Sementara itukan ajang silatutahmi, bukan adu gengsi, bukan turnamen, bukan tarkam, ini sekedar sepakbola aja seharusnya mereka mengerti saya, menghargai saya itu," ungkap dia.

Sebelumnya video pemain sepakbola injak-injak wasit viral di media sosial. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Bekasi Ahmad Zarkasih mengatakan penganiayaan dilakukan karena kelompok pelaku tidak puas terhadap keputusan wasit.

"Jadi memang ada pertandingan antar klub, kalau mereka kan hanya just for fun saja, dan di situ ada terjadi insiden. Ada keputusan wasit yang tidak diterima oleh salah satu tim dan akhirnya terjadi dorong-mendorong hingga seperti ini (keributan)," ujar Ahmad ketika dikonfirmasi, Selasa (14/7/2020).

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini