Usir Kejenuhan Penting, Tapi Jaga Nyawa Manusia Harus Prioritas!

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 14 Juli 2020 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 338 2246346 usir-kejenuhan-penting-tapi-jaga-nyawa-manusia-harus-prioritas-B3xuy4q1X2.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Rencana kembali dibukanya tempat hiburan malam (THM) seperti diskotek, bar, serta griya pijat atau spa pada 16 Juli 2020 saat PSBB Transisi fase 1 berakhir, mendapat penolakan tegas pimpinan DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi.

Diketahui, saat ini kasus baru Covid-19 menunjukkan peningkatan tajam dengan positivity rate 10,5 persen dan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi sudah lebih dari enam ribu kasus baru ditemukan.

"Keputusan dibuka atau ditutup harus didasarkan kepada hakekat dan fakta di lapangan terkait Covid-19. Kalau kita salah mengambil keputusan bisa berakibat fatal," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Politikus PKS ini mengatakan, tempat hiburan lebih baik tidak dibuka lebih dulu mengingat tingkat kerawanannya yang dapat menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 dan juga rawan menjadi tempat penyelewengan berbagai kegiatan terlarang seperti narkotika dan prostitusi.

Dia meminta jangan hanya karena alasan ekonomi atau sekadar mengusir kejenuhan, nyawa menjadi taruhannya. "Roda ekonomi penting, kejenuhan masyarakat harus diberikan saluran, tetapi menjaga nyawa manusia harus jadi prioritas," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, tempat hiburan malam berupa diskotek, karaoke, dan griya pijat (spa) Top One di Jalan Daan Mogot 1, Jakarta Barat, kedapatan beroperasi di tengah masa PSBB.

Baca Juga : 20 Provinsi Melaporkan Penambahan Kasus Positif Corona di Bawah 10

Baca Juga : Pemerintah Catat 46.701 Kasus Suspek Corona Hari Ini

Hal itu diketahui setelah Dinas Pariwisata DKI Jakarta bersama Satpol PP Jakarta Barat dengan dibantu aparat TNI (Babinsa) dan kepolisian melakukan razia pada Jumat 3 Juli 2020, dan menemukan ratusan orang di gedung itu.

Selain karena operasi di tengah PSBB, ada juga kecurigaan praktik prostitusi akibat adanya sejumlah kamar berkasur dan berpendingin ruangan di lantai tiga dan empat gedung itu yang dilengkapi toilet minimalis yaitu tak ada closet, hanya pancuran untuk mandi yang tertutup tirai.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini