Kasus Sejumlah Laki-Laki Dicabuli, Korban "Disuguhi" Video Asusila

Hambali, Okezone · Rabu 15 Juli 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 338 2246630 oknum-sekuriti-cabuli-sejumlah-bocah-laki-laki-korban-disuguhi-video-asusila-u3oxxwZu9v.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku. Foto: Istimewa

TANGSEL - Pihak kepolisian masih mendalami kasus pencabulan terhadap sejumlah bocah laki-laki di Kampung Pagerhaur, RT01 RW01, Desa pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Secara hukum, wilayah itu masuk dalam penanganan jajaran Polres Tangerang Selatan (Tangsel).

Pelakunya adalah seorang oknum sekuriti berinisial SY(40). Dia diketahui tinggal mengontrak di lokasi tempat kejadian perkara sejak 1 tahun terakhir. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya, SYmengontrak di wilayah yang berdekatan dengan tempat tinggal saat ini.

Kini SYmeringkuk di sel tahanan Polres Tangsel. Dari pemeriksaan polisi terungkap, predator seks itu diduga kerap mencabuli anak-anak yang diajak bermain ke dalam kontrakan sejak 1 tahun belakangan. Tiap anak mendapat perlakuan berbeda-beda atas kelainan seksualnya.

"Ada satu korban yang sudah diperlakukan (dicabuli) lebih dari 30 kali, ada juga yang lebih. Intinya sudah lebih dari satu kali, dan dilakukan sudah satu tahun ini," terang Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  14 Bocah di Tangerang Jadi Korban Pedofil, Orangtua Syok hingga Kemarahan Kak Seto

Menurut Iman, salah satu modus pelaku menjalankan aksinya yaitu dengan mengiming-imingi bermain game. Meskipun ada juga pengakuan dari orangtua korban yang menyebut, pelaku pernah memberikan burung merpati atau dengan meminjamkan motor agar anak mereka semakin betah bermain di kontrakan.

"Jadi korban diiming-imingi bermain game, lalu oleh pelaku dipertunjukkan video porno (video asusila). Saat anak-anak melihat video itu, dilakukanlah pencabulan berupa memainkan alat kelamin korban oleh pelaku," jelas Iman.

Iman menambahkan, pelaku memang diduga memiliki hasrat kelainan seksual. Dia ditengarai hanya mengincar anak laki-laki sebagai korbannya. Namun pihak kepolisian memastikan kasus ini tanpa disertai “penetrasi”. "Tidak ada, jadi hanya dipegang-pegang," jelasnya.

Peristiwa bejat pelaku baru terbongkar pada 1 Juli 2020. Kecurigaan berawal saat orangtua dari salah satu korban mencari keberadaan anaknya yang tak terlihat bermain di luar rumah. Begitu dicek ke kediaman pelaku, rupanya pintu kontrakan dalam kondisi tertutup rapat tanpa sendal di teras kontrakan. Tak lama kemudian, korban pulang ke rumah dan bercerita bahwa dia bermain di dalam kontrakan pelaku.

Baca Juga: Oknum Sekuriti Tega Lecehkan 14 Bocah di Kontrakannya 

"Jadi ada orangtua yang bilang ke saya, kalau anaknya main di kontrakan pelaku tapi pintu ditutup rapat, sama semua sendal dimasukin ke dalam biar kelihatan nggak ada orang. Nah waktu ditanya-tanyain sama orangtuanya itu, anaknya baru ngaku diapain aja. Dari situ saya langsung lapor ke Pak RT dan RW," ungkap Rahmat, pemilik kontrakan sebelumnya.

Disaksikan Ketua RT dan RW, SYpun diinterogasi di kamar kontrakannya. Dia tak bisa lagi mengelak, mengakui perbuatannya selama ini terhadap bocah-bocah tersebut. Dari penelusuran, para korban rata-rata berusia 7 tahun hingga 12 tahun. Saat ini baru 4 keluarga yang melapor ke polisi, dari total korban yang diduga mencapai belasan orang.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini