Terdampak Pandemi Corona, Pedagang Kopi Keliling Curi Motor untuk Biaya Anak Masuk PAUD

Irfan Ma'ruf, iNews · Kamis 16 Juli 2020 00:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 338 2247063 terdampak-pandemi-corona-pedagang-kopi-keliling-curi-motor-untuk-biaya-anak-masuk-paud-BL4lCEvcDW.jpg Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Seorang pedagang kopi keliling berinisial A nekat mencuri sepeda motor karena kesulitan berdagang saat pandemi virus corona (Covid-19). Ia mengaku mencuri untuk mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Awalnya tersangka adalah pedagang kopi keliling, mangkal di salah satu lahan. Kemudian karena pandemi ini, lahan itu ditutup oleh pemiliknya sehingga para penjaja kopi ketengan tidak lagi bisa untuk berjualan di sana. Akhirnya putus asa," kata Kapolsek Pancoran Kompol Johanies Soeprijanto saat ditemui di Polsek Pancoran, Rabu (15/7/2020).

Kepada polisi, A mengaku baru sekali mencuri motor. A mencuri motor karena dampak pandemi Covid-19, yang telah berlangsung selama 4 bulan. Akibat pandemi dia tidak berjualan kopi yang merupakan penghasilan utama.

"Akhirnya ada kemelut di dalam rumah tangganya, di mana anak-anaknya sudah memerlukan biaya untuk sekolah masuk PAUD," ujarnya.

Karena tidak memiliki pendapatan hasil usahanya, kemudian A melakukan curanmor dan selanjutnya diamankan. Pelaku ditangkap saat hendak menjual kendaraan hasil curian di sekitar Taman Makam Pahlawan Jakarta Selatan.

"Pengungkapan kasus ini berawal saat Polsek Pancoran sedang melaksanakan patroli di daerah sekitar TMPN Kalibata mendapati tersangka AY mengendarai sepeda motor tanpa tanda nomor kendaraan," ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan tersangka tidak dapat menunjukkan surat kepemilikan kendaraan yang sah. Selanjutnya polisi melakukan pemeriksaan dan diketahui tersangka mengaku akan menjual sepeda motor tersebut tanpa surat kendaraan yang sah.

Kemudian setelah melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka lainnya di daerah Cakung Jakarta Timur. Ketiga tersangka lainnya yakni berinisial DH, AWS, dan WR. Karena lokasi berada di Jakarta Timur, kasus dilimpahkan ke Polsek Cakung.

Baca Juga : Napi Asimilasi Ajak 2 Temannya Curi Motor Bidan

"Akibat perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sedangkan tersangka AY dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara," tuturnya.

Baca Juga : Takut-takuti Warga dengan Pistol, 2 Bandit Nyaris Tewas Dihakimi Massa

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini