Perpanjang PSBB, Wali Kota Tangerang Khawatir jika Diakhiri Bernasib seperti Jabar

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 16 Juli 2020 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 338 2247183 perpanjang-psbb-wali-kota-tangerang-khawatir-jika-diakhiri-bernasib-seperti-jabar-XrGLBOSGWP.jpg Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah (Foto: Okezone/Isty Maulidya)

TANGERANG - Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengungkapkan alasan mengapa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang, Banten kembali diperpanjang. Selain masih ada wilayah yang masuk zona merah, alasan lain adalah masih adanya kasus baru pada PSBB tahap sebelumnya.

"Sebenarnya sekarang sudah turun signifikan, yang sembuh sudah banyak, tapi kasus baru masih ada," ujar Arief pada Kamis (16/07/2020).

Baca Juga: Lagi, 78 Pasien Secapa AD Dinyatakan Negatif Covid-19 

Selain itu, Arief merasa khawatir akan ada euforia jika PSBB diakhiri. Hal itu justru bisa membuat kasus baru meningkat, karena masyarakat merasa dibebaskan dan menganggap bahwa situasi sudah normal sehingga mengabaikan aturan yang berlaku.

"Pertimbangannya kita khawatir, kalau dilepas begitu saja langsung euforia, nanti kasusnya seperti Jawa Barat," lanjutnya.

Jika dilihat dari data awal diterapkan PSBB, jumlah pasien Covid-19 di kota Tangerang saat ini sudah jauh lebih sedikit dan jumlah pasien sembuh yang terus meningkat. Namun, pada PSBB tahap ke lima angka kasus baru perhari justru meningkat. Hal ini terjadi karena adanya penularan Covid-19 di lingkungan keluarga.

"Jika dilihat dari awal PSBB, angka yang sembuh bisa lebih banyak. Tapi, kita evaluasi di PSBB yang ke enam ini banyak terjadi tertular karena kontak erat," jelas Arief.

Baca Juga: Menular Lewat Udara, Epidemiolog Beberkan Cara Cegah Corona di Ruangan Tertutup 

Oleh karena itu, Arief mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan anggota keluarganya yang memiliki gejala mirip Covid-19. Bila perlu, anggota keluarga yang sakit dipisahkan terlebih dahulu untuk menghindari interaksi langsung. Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk segera memeriksakan diri apabila memiliki gejala mirip Covid-19.

"Kalau ada yang gejala batuk dan demam harus ditangani secara hati-hati di rumah, jangan dianggap sepele. Terus ada gejala hilang rasa ya, maksudnya penciumnya dan lidahnya tidak bisa merasakan apapun itu harus segera berobat," pungkas Arief.

(Ari)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini