Polisi Duga Video Pelecehan Seksual WN Prancis Diperjualbelikan

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 17 Juli 2020 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 338 2247824 polisi-duga-video-pelecehan-seksual-wn-prancis-diperjualbelikan-D860W9ZmYY.jpg Francois Abello Camille, WNA Prancis tersangka pencabulan. (Sindonews)

JAKARTA – Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Piter Yonattama mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait 305 video pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan WN Prancis Francois Abello Camille (FAC) alias Frans.

Piter menduga ratusan video tersebut tidak hanya untuk data pribadi pelaku, melainkan juga diperjualbelikan.

"Memang ada foto dokumentasi, video segala macem, dengan modus operandi dan ciri khas karakteristik sepertinya ada pasar (jual beli video) ini. (Tetapi) Masih dugaan, belum ada bukti memang," kata Piter saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/7/2020).

Menurut Piter, kasus pelecehan seksual yang dilakukan bule asal Prancis ini tidak bisa dipandang sebelah mata, melainkan kejahatan serius. Bahkan kejahatan ini bisa jadi sudah terorganisasi.

"Karena insting naluri kami melihat kok ini sebenarnya kejahatan serius, kejahatan transnasional," katanya.

Adapun saat ini, kata dia, kasus tersebut sudah berhenti lantaran secara yuridis tersangka kini telah meninggal dunia. Namun, polisi tetap membuka peluang untuk bisa mengungkap pelaku lain jika nantinya ditemukan.

"Misalnya ada berinterkasi di WhatsApp, ada yang order, kemudian ada yang menerima, kemudian ada yang mentransfer, nah itu berarti kan ada tersangka lagi. Orang yang bisa kita mintai pertanggungjawaban pidana lagi. Tapi, sampai saat ini masih belum muncul, masih mengejar ke sana," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya menangkap FAC alias Frans (65) tahun atas kasus eksploitasi seksual terhadap 305 anak di bawah umur. Hal itu berdasarkan 305 video porno Frans dengan korban berbeda-beda yang ditemukan polisi di dalam laptop miliknya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, pelaku mencoba melakukan bunuh diri dengan cara melilitkan kabel di Rutan Polda Metro Jaya ke lehernya.

Baca Juga : Sebelum Bunuh Diri, WN Prancis Predator Anak Tak Terlihat Depresi

Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, setelah menjalani perawatan medis selama tiga hari, ia dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga : Korban WNA Prancis Capai Ratusan, Polda Metro Baru Mengidentifikasi 19 Anak

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini