Share

Geruduk Balai Kota, Pekerja Hiburan Malam Bersitegang dengan Anak Buah Anies

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 21 Juli 2020 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 338 2249853 geruduk-balai-kota-pekerja-hiburan-malam-bersitegang-dengan-anak-buah-anies-5JnTnjRrrZ.jpg foto: Okezone

JAKARTA – Aksi ratusan pekerja hiburan malam yang menggeruduk Balai Kota untuk mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar segera membuka kembali aktivitas hiburan malam di Ibu Kota memanas.

(Baca juga: Kantor Anies Dikepung Ratusan Pekerja Hiburan Malam)

Ketegangan sempat terjadi saat perwakilan pekerja tempat hiburan malam yang dipimpin Hana Suryani sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Malam Jakarta ingin bertemu Gubernur Anies Baswedan. Namun, permintaan itu tidak bisa dipenuhi.

Perwakilan pekerja tempat hiburan malam yang diperkenankan masuk ke dalam area Balai Kota hanya diterima oleh perwakilan Anies dari Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Kesbangpol DKI, dan Dinas Pariwisata dan Biro Ekonomi Umum.

“Jadi gini, jadi wakil saya bapak Gea Hermansyah minta nya langsung ketemu Gubernur targetnya langsung ke sana paling nggak ketemu sekda atau asistennya atau apa. Kita enggak mau sekelas kesbangpol yang nemuin karena ini bukan urusan politik. Ya sempat tegang," kata Hana Suryani di lokasi, Selasa (21/7/2020).

Namun insiden itu tidak berlangsung lama, karena tuntutannya sudah disampaikan dalam pertemuan itu. Bahkan TGUPP memberi jaminan bahwa keputusan dibuka atau tidak tempat hiburan malam di masa pandemi Covid-19 ini akan diputuskan dalam waktu dekat.

"Tadi ada dinas pariwisata ada TGUPP, intinya bagaimana aspirasi sampai. dan itu kita sudah jelas saya menuntut kapan, oke jadi dicatat dan kita minta kapan deadline nya. dan tadi ada perwakilan TGUPP untuk hasilnya dapat keluar secepatnya," urainya.

Namun, jika keputusan tersebut tak segera dikeluarkan oleh Pemprov DKI, maka dia akan mengerahkan jumlah massa yang jauh lebih banyak dibandingkan hari ini untuk kembali menggeruduk Balai Kota.

"Seharusnya Minggu ini sudah ada keputusan. Kalau tidak dan diulur-ulur maka kami akan melakukan aksi gelombang kedua. Dan, itu kami pastikan akan jauh lebih besar," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini