Baru Keluar Penjara, Ayah Kandung Ditangkap karena Lecehkan Putrinya

Wahyu Muntinanto, Okezone · Rabu 22 Juli 2020 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 338 2250053 baru-keluar-penjara-ayah-kandung-ditangkap-karena-lecehkan-putrinya-Cf99rjRtOI.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

DEPOK - Aksi bejat orang tua cabuli putrinya sendiri terjadi di Depok, Jawa Barat. Peristiwa itu menimpa SO bocah perempuan berusia 10 tahun yang dilakukan ayah kandungnya di rumahnya wilayah Cipayung, Depok pada Oktober 2019, lalu.

Kapolrestro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengatakan kasus tersebut terbongkar setelah sang ibu curiga melihat sperma di celana dalam anaknya. Namun saat ditanya kepada korban, sang anak mengaku telah disetubuhi ayah kandunganya.

"Ibu korban bertanya langsung kepada anaknya. Si anak lalu mengaku jika telah disetubuhi oleh ayahnya sendiri," kata Azis di Depok, Selasa (21/7/2020).

Dia menuturkan tindakan pencabulan itu kemudian dilaporkan ke Polres Depok pada 5 Oktober 2019. Selama proses penyelidikan Azis mengaku pihaknya baru menangkap pelaku lantaran pelaku kabur dan menjadi buronan kepolisian.

"Sempat menjadi buronan. Cukup licin, karena berganti identitas (KTP). Pelaku akhirnya berhasil dibekuk, di sekitaran Sukmajaya," imbunya.

 Pelecehan Seksual

Dipenjara Melakukan Hal Serupa

Perbuatan bejat pelaku mencabuli putrinya juga pernah dilakukan olehnya beberapa waktu lalu, dimana korbanya saat itu kakak kandung SO. Aksi itu membuat pelaku dipenjara dan baru keluar dari lembaga pemasyarakatan.

"Atas perbuatannya, SU akan dijerat pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. Namun, polisi memastikan bakal menjerat pelaku dengan tuntutan yang lebih berat, karena korbannya adalah anak kandung. Dan juga, ia merupakan residivis atas kasus serupa," jelasnya.

Sebelumnya, seorang ibu berinisial SU (50) warga Cipayung, Depok, Jawa Barat bersama Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mendatangi Polres Metro Depok.

Keduanya bermaksud mempertanyakan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh sang suami terhadap dua putri kandungnya beberapa waktu lalu.

"Suami dari ibu SU telah melakukan kejahatan seksual terhadap dua putri kandungnya dan itu dilakukan sejak beberapa kali kejadian yang menurut pengakuan korban," kata Arist saat dihubungi wartawan di Balai Kota Depok, Selasa (14/7/2020).

Arist menjelaskan, pihaknya siap membantu kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus kekerasan pada anak. Sebab menurut Undang-Undang Perlindungan Anak tidak lebih dari 15 hari kasus kejahatan seksual itu sudah harus di masukan penyidikan dan kejaksaan.

"Kami juga ingin mempertanyakan itu kepada Polres Depok ada apa dan apa yang bisa dibantu oleh kami," paparnya.

Kembali pada kasus SU, Arist menerangkan bahwa sebagai ayah kandung, pelaku sudah kerap kali melakukan aksi bejatnya terhadap anak perempuannya sendiri.

"Pelaku juga pernah melakukan kekerasan seksual terhadap anak ke-duanya dan menjalani hukuman selama kurang lebih dua setengah tahun," tuturnya.

Namun setelah bebas, ia pun nekat beraksi lagi dan menjadikan anak ke-limanya sebagai pelampiasan nafsu bejatnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini