DPRD DKI Nilai Terlalu Berisiko Buka Tempat Hiburan di Tengah Covid-19

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 22 Juli 2020 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 338 2250109 dprd-dki-nilai-terlalu-berisiko-buka-tempat-hiburan-di-tengah-covid-19-hpZWgAHwyV.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Massa yang mengatasnamakan pengusaha dan pekerja tempat hiburan malam menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kembali tempat hiburan. Mereka protes lantaran kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup di tengah pandemi virus corona.

Merespons hal itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengatakan pembukaan tempat hiburan malam di tengah peningkatan kasus corona terlalu berisiko.

"Tempat hiburan malam itu tipe usaha close-circuit atau ruang lingkupnya tertutup. Sangat riskan penyebaran Covid-19," kata Zita saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2020).

Baca Juga: Ini Wejangan Legislator PKS untuk Pekerja Hiburan Malam

Menurut Zita, langkah Pemprov DKI Jakarta yang masih menutup tempat hiburan tersebut usaha yang sudah tepat. Apalagi, saat ini kata dia bukan hanya tempat hiburan melainkan sekolah juga masih ditutup.

"Kasus positif Covid-19 di Jakarta cenderung meningkat, wajar kalau Pemprov belum izinkan untuk buka. Bahkan, banyak sekolah swasta yang collapse karena harus tutup, dan tidak mengeluh," bebernya.

Zita menerangkan, dibuka atau tutupmya tempat usaha sangat bergantung pada risiko penyebaran Covid-19. Dan tempat hiburan salah satu lokasi yang rawan penyebaran.

"Sektor-sektor yang buka harus yang punya kebermanfaatan dan keberpihakan pada situasi pandemi. Kalau hiburan malam untuk apa? Saya belum lihat ada manfaat signifikan di sana. Pajak hiburan malm hanya 25%, kalau untuk kepentingan ekonomi, kita bisa cari lewat jalan lain demi menjaga kesehatan, tidak hanya di tempat hiburan malam," jelasnya.

Untuk itu, Zita berharap Gubernur DKI Jakarta tidak lantas membuka lokasi hiburan karena demonstrasi sebab hal itu bisa merugikan banyak pihak. "Saya berharap kebijakan Covid-19 ini tidak mundur ke belakang, harus pro inovasi. Jangan sampai sekolah tutup, tempat hiburan buka. Saat ini tidak ada yang tidak terdampak, jadi kalau ada kelompok yang memaksa kehendaknya dan di turuti, pasti akan ada kelompok lain yang menuntut haknya juga," tandasnya. (Ari)

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini