Ini Motif Tawuran Berdarah di Bekasi

Wisnu Yusep, Okezone · Kamis 23 Juli 2020 22:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 338 2251208 ini-motif-tawuran-berdarah-di-bekasi-s5yXhJGMLx.jpg Tersangka tawuran pelajar di Bekasi (foto: Okezone.com/Wisnu)

BEKASI - Pelaku lain yang menyebabkan pelajar di SMK Gema Karya Bahana Kota Bekasi, Muhamad Bintang Jalaludin tewas tengah diburu jajaran Polres Metro Bekasi Kota.

"Ini masih kita identifikasi ya, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya, karena pada saat kejadian jumlahnya lebih dari 8 dari pihak korban aja 15 orang," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Wijonarko kepada wartawan, Kamis (23/8/7/2020).

 Baca juga: Tawuran Pelajar di Bekasi, Satu Pelajar Tewas Ditabrak Motor Lalu Dibacok Berkali-kali

Wijonarko melanjutkan, diduga pelaku yang membantai korban lebih dari delapan orang, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Mungkin dari pihak yang melakukan pembacokan itu lebih dari 8 orang," ujar dia.

 Baca juga: Tawuran Berdarah di Bekasi, 2 Pelajar Masih Diburu Polisi 

Adapun peristwa tawuran antara SMK Permata Bangsa dan SMK Gema Karya Bahana terjadi pada Rabu 15 Juli 2020 sekitar pukul 19.30 WIB. Adapun peristiwa itu dipicu dari media sosial.

"Tidak menutup kemungkinan mereka saling menantang dan ditanggapi dan mereka saling ketemu akhirnya. Kejadian pada malam hari sekitar 19.30 dan mereka aktifitas sekolahnya di rumah. Mereka dua-duanya di Kota Bekasi. Satu di Bekasi Selatan dan Satu di Jatiasih," ujar dia.

Diketahui pihak kepolisian telah menangkap sebanyak 8 pelaku tawuran pelajar antara SMK Permata Bangsa dan SMK Gema Karya Bahana. Kedepalanya merupakan pelajar dari SMK Permata Bangsa.

"Iya jadi dua hari setelah kejadian kita mengamankan ada yang pelaku di rumah dan di tempat lain dan segera keseluruhan 8 orang," jelas dia.

Dia menegasakan, proses hukum terhadap 8 pelajar itu nantinya akan melibatkan Balai Pemasyarakaran (Bapas), karena semua pelaku masih di bawah umur.

"Iya nanti kita proses sesuai hukum yang berlaku dan tentunya kaan melibatkan dari bapas terkait keterlibatan anak-anak dalam tindak pidana," jelas dia.

Sementara, Wijonarko menilai, terjadinya tawuran antar pelajar di Kota Bekasi ini karena mereka lepas pengawasan dari orang tua, sehingga mereka bisa leluasa melakukan tindakan di luar kontrol orang tua.

"Iya mereka mungkin kurang pengawasan karena kejadiannya malam hari ya, berbeda kalau kejadiannya siang hari mungkin mereka bisa beralasan belajar kelompok atau sebagainya. Jadi ini jadi pelajaran berharga," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini