Kasus Tewasnya Editor Metro TV, Pemikiran Tentang Bunuh Diri Tak Boleh Dianggap Enteng

Agregasi Sindonews.com, · Sabtu 25 Juli 2020 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 25 338 2252027 pemikiran-tentang-bunuh-diri-tak-boleh-dianggap-enteng-183luUO9jL.jpg Reza Indragiri (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kematian Editor Metro TV, Yodi Prabowo, diduga kuat karena bunuh diri. Hal tersebut disampaikan Polda Metro Jaya saat menggelar konferensi pers pagi tadi.

Sebelum mengakhiri hidupnya dengan sebuah pisau, Yogi Prabowo sempat menyatakan ‘kalau nanti aku enggak ada, kamu sedih enggak?' kepada sang kekasih, Suci (26).

Terkat perkataan Yadi tersebut, Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan, tidak dianggap sepele. Pasalnya, hal demikian bisa dilakukan oleh siapa saja.

"Tapi dari perspektif psikologi, kalimat tersebut merupakan pertanda suicidal ideation (pemikiran tentang bunuh diri). Pemikiran semacam ini sama sekali tidak boleh dianggap enteng," kata Reza seperti dilansir dari Sindonews.com, Sabtu (25/7/2020).

Reza menerangkan, WHO misalnya, menyimpulkan bahwa sekitar 60 persen transisi dari pemikiran tentang bunuh diri ke rencana bunuh diri, lalu berlanjut ke langkah bunuh diri, berlangsung dalam kurun 12 bulan sejak pemikiran itu muncul untuk pertama kalinya. Cepatnya proses transisi itu, mengirim pesan bahwa masyarakat harus lebih serius menyikapi perkataan tentang bunuh diri yang dikemukakan siapa pun.

"Seperti otoritas penerbangan yang tidak menoleransi ucapan 'bom' siapa pun juga perlu menyemangati orang-orang dengan suicidal ideation untuk selekasnya mencari bantuan medis dan psikis," kata Reza.

Baca Juga : Kekasihnya Diduga Bunuh Diri, Pacar Editor Metro TV Angkat Suara

Baca Juga : Polisi Duga Yodi Prabowo Tidak Ingin Dianggap Bunuh Diri

Masyarakat yang lebih paham pentingnya keseriusan menyikapi suicidal ideation akan menjadi protective factor bagi tercegahnya aksi bunuh diri.

"Dikaitkan ke kasus editor media, kita tentu berduka atas kejadian dimaksud. Tinggal lagi investigasi polisi: seberapa jauh suicidal ideation akan dicermati sebagai salah satu arah penyelidikan guna mengungkap kasus meninggalnya sang editor," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini