Waspada, Lima Wilayah di Jakarta Tingkat Penularan Covid-19 Tinggi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 29 Juli 2020 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 338 2253708 waspada-lima-wilayah-di-jakarta-tingkat-penularan-covid-19-tinggi-QXREvDIE9z.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkap, sebanyak lima wilayah di Jakarta tingkat penularan virus coronanya cukup tinggi. Lima wilayah di Jakarta statusnya kini berada dalam zona merah. Sementara satu kabupaten di Jakarta berstatus zona resiko sedang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Bakti Bawono Adisasmito meminta agar Jakarta menjadi salah satu provinsi yang harus mendapatkan perhatian serius. Hal itu lantaran angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jakarta kerap mengalami lonjakan yang signifikan.

"Terlihat bahwa pada minggu lalu, 19 Juli, ada 33 persen atau dua wilayah, yaitu Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, dengan risiko tinggi yaitu merah. Dan pada Minggu, 26 Juli, ada lima kota di Jakarta yang risiko tinggi. Ini harus kita cermati bersama," kata Prof Wiku saat konpers yang ditayangkan dalam akun Youtube BNPB, Selasa, 28 Juni 2020.

"Bahkan pada Minggu, 21 Juni, ada satu daerah yang zona tidak terdampak yaitu Kepulauan Seribu sekarang sudah menjadi risiko sedang," sambungnya.

Wiku menjelaskan, dalam minggu terakhir, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jakarta meningkat cukup drastis dari satu minggu sebelumnya. Berdasarkan hasil catatan, satu minggu sebelumnya berada di angka 1.880 kasus, dan kini naik menjadi 2.679.

"Ini adalah peningkatan yang cukup pesat. Di sebelah kiri bawah, kita bisa melihat gambaran distribusi kelompok umur dari Covid-19. Terlihat pada usia 18 sampai dengan 59 tahun jumlahnya yang positif adalah 80 persen," beber Wiku.

Menurutnya, mayoritas kelompok yang banyak terpapar virus corona yakni berada di umur dari 18 sampai 59 tahun. Sedangkan jika dilihat dari segi yang meninggal, kebanyakan di atas 45 tahun, dengan rata-rata cukup besar yaitu, 80 persen.

"Artinya, penularan bisa terjadi di kelompok usia relatif produktif dan korban meninggal justru pada usia lanjut," ucapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini