Ini Motif Penculikan Bocah di Pesanggrahan

Ari Sandita Murti, Sindonews · Rabu 29 Juli 2020 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 338 2253932 ini-motif-penculikan-bocah-di-pesanggrahan-TtV9msnLMy.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Wanita berinisial P (18) dan ibunya berinisial N (48) menjadi tersangka penculikan terhadap bocah bernama PR (3) di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan yang sempat viral di medsos Instagram. Adapun motifnya karena pelaku ingin memiliki saudara.

 Baca juga: Ibu dan Anak Jadi Tersangka Penculikan Bocah di Pesanggrahan 

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono mengatakan, sejatinya polisi menciduk P di rumahnya, kawasan Tangerang, Banten bersama ibunya, N pada Selasa, 28 Juli kemarin. Saat diperiksa lebih lanjut, N ternyata terlibat dalan kasus penculikan tersebut sehingga N pun ditetapkan sebagai tersangka pula bersama P.

"Motifnya ini, tersangka P mengaku ingin punya saudara karena dia tak punya saudara sehingga ada anak-anak dia bawa. Sedangkan N, sebagai ibu tak bisa melahirkan lagi sehingga saat P bawa korban, ya sudah kita jadikan anak saja katanya," ujarnya pada wartawan, Rabu (29/7/2020).

 Baca juga: Polisi Tangkap Penculik Bocah di Kawasan Ulujami Pesanggrahan

Menurutnya, dari hasil penyidikan, penculikan itu terjadi pada Senin, 27 Juli kemarin, saat itu pelaku P dan N tengah main di rumah neneknya kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat P melihat korban, dia lantas membawanya begitu saja, korban pun kemungkinan pernah bertemu pelaku karena dia menurut begitu saja saat dibawa pergi.

"Kedua tersangka dikenakan Pasal 328/332 KUHP/ 76F Jo 83 UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," tuturnya.

Dia menerangkan, P lantas menemui ibunya, N yang mana ibunya itu sejatinya tahu kalau anak itu diambil dari rumah orang tanpa sepengetahuannya. Bahkan, ibunya itu justru menyetujui perbuatan P karena memang N ingin menjadikannya sebagai anaknya.

"Jadi sama-sama ingin menguasai (korban), sehingga ibu dan anak kita jadikan tersangka. Keduanya lantas pergi ke stasiun kereta dan menuju kawasan Tangerang untuk pulang ke rumahnya," terangnya.

Sesampainya di Stasiun kawasan Tangerang, paparnya, kedua pelaku itu lantas dijemput suami N, suaminya itu pun kaget dengan adanya korban. Namun, keduanya berbohong kalau anak tersebut dipungut dari jalanan tanpa punya orangtua sehingga ingin dirawat di rumahnya.

"Bapaknya ini tak tahu apa-apa sehingga tak diamankan. Sejauh ini tak ada tanda kekerasan fisik, korban juga hanya menangis saja ingin bertemu orangtuanya dan sudah dikembalikan ke orangtuanya," ungkapnya.

Dia menambahkan, polisi juga bakal memeriksakan tersangka ke psikolog untuk mengetahui ada tidaknya persoalan mental diantara mereka sehingga melakukan aksi penculikannya itu. Adapun keduanya ditangkap polisi pada Selasa, 28 Juli kemarin berdasarkan CCTV di sekitar rumah korban yang merekam kejadian tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini